KLIK.SAMPIT – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Kabupaten Kotawaringin Timur berlangsung meriah. Ribuan warga dari berbagai kecamatan memadati Stadion 29 Nopember Sampit, Sabtu malam (27/9), untuk menyaksikan lantunan ayat suci Al-Qur’an sekaligus penampilan spesial Sulis pada malam pembukaan.
“MTQ ini selalu dinanti. Suasananya khidmat sekaligus meriah. Kami merasa terhibur, tapi juga mendapat ketenangan batin dari bacaan Al-Qur’an dan lantunan salawat,” ujar Sri Wahyuni, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya.
Antusiasme warga bukan hanya datang dari para pendukung kafilah, tetapi juga masyarakat umum yang haus akan hiburan bernuansa religius. MTQ pun menjelma menjadi ajang silaturahmi, syiar Islam, sekaligus budaya keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Kotim.
“Melalui MTQ ini kita bisa lebih cinta Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya,” tambah Sri.
Tak hanya orang dewasa, banyak orang tua sengaja membawa anak-anak mereka. Tujuannya, menumbuhkan kecintaan sejak dini terhadap Al-Qur’an. Remaja pun termotivasi untuk belajar menjadi qori atau hafiz.
“Ini bukan sekadar lomba. MTQ adalah ruang kebersamaan yang memperkuat ukhuwah sekaligus memperluas syiar Islam,” kata salah satu tokoh agama yang hadir.
Bupati Kotim Halikinnor dalam sambutannya menegaskan, penyelenggaraan MTQ dan Festival Seni Qasidah (FSQ) bukan semata ajang kompetisi, melainkan sarana strategis membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan kekompakan antar masyarakat. Semoga tradisi ini terus terjaga,” ucapnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang begitu besar, MTQ Kotim ke-56 membuktikan bahwa syiar Qur’ani masih menjadi kebutuhan dan tontonan yang selalu ditunggu.
Lebih dari itu, MTQ menjadi pengingat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing. (KLIK-RED)