KLIK.KUALA KURUN – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Hermanto, mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan agar tidak ragu mendaftarkan anak ke Sekolah Rakyat. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan fasilitas pendidikan yang lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar.
Hermanto mengatakan Sekolah Rakyat yang dibangun di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu.
"Kualitas dari Sekolah Rakyat tidak perlu diragukan, karena pemerintah menyiapkan konsep pendidikan yang didukung oleh sarana dan prasarana memadai bagi seluruh peserta didik," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Sigoi itu menjelaskan, sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, rumah guru, gedung serbaguna, sarana ibadah, hingga lapangan olahraga.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Hermanto berharap masyarakat memanfaatkan program tersebut sebaik mungkin agar semakin banyak anak di Gunung Mas memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas.
"Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Gumas juga mendorong pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini terkendala biaya," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Baryen, mengungkapkan kuota Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 mencapai 270 peserta didik, yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Hingga saat ini, sebanyak 214 peserta didik telah ditetapkan sebagai calon siswa melalui rapat pleno bersama para pemangku kepentingan.
"Dari jumlah tersebut, kami sudah menetapkan 214 peserta didik baru Sekolah Rakyat. Artinya masih tersisa 56 kuota yang dapat diisi calon peserta didik," ujar Baryen.
Ia menjelaskan, sisa kuota terbanyak masih tersedia pada jenjang SMA. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan verifikasi calon peserta didik agar seluruh kuota dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada akhir Juli 2026.
"Kami terus melakukan pendataan serta verifikasi calon peserta didik agar sisa kuota dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan MPLS pada akhir Juli 2026," tandasnya. (KLIK-RED)