Home DPRD Gunung Mas DPRD Gumas Minta Pembangunan Daerah Utamakan Kualitas, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

DPRD Gumas Minta Pembangunan Daerah Utamakan Kualitas, Bukan Sekadar Serapan Anggaran

  Redaksi   | Jumat , 24 Juli 2026
bde6a6f6ee855feab98c80df094adbbb.jpg
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas Evandi. (DPRD Gunung Mas)

KLIK.KUALA KURUN – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Evandi, meminta pemerintah daerah lebih mengedepankan efektivitas pembangunan dibanding sekadar mengejar target penyerapan anggaran.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

"Tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah tidak lagi sebatas tingginya serapan anggaran. Jauh lebih penting adalah setiap anggaran menghasilkan pembangunan yang berkualitas, tepat sasaran, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya, Jumat (24/7).

Politisi Partai NasDem itu menilai pembangunan infrastruktur di wilayah zona III secara umum sudah menunjukkan kemajuan, terutama pada sektor jalan dan jembatan. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu mendapat perhatian agar konektivitas antarwilayah semakin baik.

Menurut Evandi, keterbatasan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan dalam mempercepat pembangunan. Belum optimalnya dana transfer pemerintah pusat dan penyaluran dana bagi hasil (DBH) berdampak terhadap kemampuan daerah membiayai berbagai program prioritas.

"Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah dalam membiayai pembangunan," katanya.

Ia menambahkan, kondisi kas daerah yang belum sepenuhnya pulih membuat sejumlah program pembangunan belum dapat berjalan maksimal. Karena itu, ia berharap peningkatan infrastruktur di zona III menjadi salah satu prioritas ketika kondisi keuangan daerah membaik.

"Saya melihat komitmen pemerintah daerah sudah ada, namun pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia," ujarnya.

Selain itu, Evandi juga menyoroti masih banyaknya jembatan kayu di wilayah zona III yang telah berusia tua dan dinilai tidak lagi layak digunakan.

Ia mendorong pemerintah daerah melakukan penggantian secara bertahap dengan box culvert atau jembatan besi sesuai kebutuhan di lapangan.

"Sebagian besar jembatan kayu sudah termakan usia. Sudah saatnya diganti agar lebih aman dan mampu menunjang aktivitas masyarakat," katanya.

Menurut Evandi, Komisi II DPRD telah berkoordinasi dengan dinas teknis agar proses penggantian jembatan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Kami berharap setiap tahun ada jembatan yang bisa ditingkatkan. Harapan kami, ke depan tidak ada lagi jembatan kayu di ruas jalan kabupaten," pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami