Home DPRD Kotawaringin Timur Kasus Curanmor Meningkat, DPRD Kotim Soroti Lemahnya Pengawasan

Kasus Curanmor Meningkat, DPRD Kotim Soroti Lemahnya Pengawasan

  Sugianto   | Senin , 13 April 2026
45f19d7d6514da35d49ab46a21e4dd3b.jpg
Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha

KLIK. SAMPIT – Maraknya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir kian meresahkan masyarakat. Aksi pelaku yang cepat dan nekat membuat warga merasa tidak aman, bahkan saat hanya meninggalkan kendaraan dalam waktu singkat.

Ketua Komisi I DPRD Kotim Angga Aditya Nugraha, menyoroti kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Ia menyebut laporan kehilangan kendaraan terus bermunculan dari berbagai wilayah.

“Ini sudah menjadi keresahan nyata di masyarakat. Banyak laporan yang kami terima, kehilangan terjadi begitu cepat. Motor yang hanya ditinggal sebentar di depan rumah, tiba-tiba sudah hilang,” ujarnya, Senin (13/4).

Menurut Angga, tren curanmor saat ini berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya kasus cenderung meningkat menjelang hari besar, kini justru terjadi tanpa momen tertentu.

“Biasanya marak saat hari besar, tapi sekarang tidak ada momen pun tetap sering terjadi. Artinya ada celah pengawasan yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.

Ia menilai, selain faktor pelaku, maraknya curanmor juga dipengaruhi rendahnya kewaspadaan masyarakat serta lemahnya pengawasan lingkungan. Karena itu, ia mengimbau warga lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan.

“Kalau hanya masuk ke dalam rumah sebentar, pastikan kendaraan terkunci. Kalau bisa motor dimasukkan ke dalam rumah, jangan dibiarkan di luar tanpa pengamanan,” pesannya.

Politisi PDIP tersebut juga mendorong peran aktif masyarakat, termasuk pengurus RT dan RW, untuk kembali menghidupkan ronda malam atau pos keamanan lingkungan sebagai langkah pencegahan.

“Lingkungan harus saling menjaga. RT, RW, dan warga bisa aktif kembali ronda malam, meskipun sekadar patroli ringan di sekitar lingkungan,” katanya.

Di sisi lain, ia meminta aparat penegak hukum (APH) meningkatkan intensitas patroli dan lebih responsif terhadap laporan warga.

“Kami berharap aparat bisa meningkatkan patroli rutin. Yang terpenting, setiap laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti, karena dalam satu hari saja laporan yang masuk bisa cukup banyak,” tandasnya.

Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dapat menekan angka kriminalitas, khususnya curanmor, sehingga rasa aman kembali dirasakan warga. (KLIK-RED) 

Baca Juga

Ikuti Kami