KLIK.SAMPIT – Jembatan kayu di Jalan Walter Condrat-Padat Karya, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur (Kotim), segera diganti dengan konstruksi yang lebih permanen. Pemerintah Kabupaten Kotim menyiapkan anggaran sekitar Rp1,6 miliar untuk pekerjaan tersebut.
Jembatan sepanjang sekitar 10 meter itu selama ini menjadi akses warga di kawasan permukiman. Namun, kondisi lantai jembatan ulin mulai tidak rata dan sejumlah bagian terlihat mengalami penurunan.
Meski kondisinya demikian, jembatan masih digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, termasuk pelajar yang melintas menuju sekolah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan pekerjaan fisik belum dimulai karena proses pengadaan masih berlangsung.
“Sekarang masih dalam proses pengadaan. Setelah tahapannya selesai, pekerjaan fisik di lokasi akan segera dilanjutkan,” kata Mentana, Senin (5/10).
Menurutnya, kondisi jembatan lama menjadi salah satu pertimbangan penggantian. Selain sudah cukup tua, permukaan lantai yang tidak lagi rata membuat akses tersebut perlu diperbaiki.
“Jembatan yang lama memang sudah cukup tua dan kondisi lantainya tidak lagi rata. Karena itu, perlu diganti dengan konstruksi yang lebih baik,” ujarnya.
Jembatan baru nantinya tidak lagi menggunakan konstruksi kayu. Pemkab Kotim merencanakan penggunaan box culvert tiga bukaan sebagai konstruksi pengganti.
Mentana menjelaskan, tiga bukaan tersebut tetap memberikan ruang bagi aliran Sungai Baamang. Di sisi lain, konstruksi tersebut diharapkan membuat akses jalan lebih kuat.
“Konsepnya menggunakan box culvert tiga bukaan. Jadi selain memperkuat akses jalan, aliran air tetap memiliki ruang untuk lewat,” katanya.
Dengan nilai pekerjaan sekitar Rp1,6 miliar, proyek tersebut ditargetkan dapat dikerjakan dan diselesaikan pada tahun anggaran 2026.
Mentana mengatakan waktu pelaksanaan yang tersisa masih memungkinkan untuk mengejar target penyelesaian hingga akhir tahun.
“Secara perhitungan teknis masih memungkinkan diselesaikan sampai akhir tahun,” katanya.
Selama pekerjaan berlangsung, pengaturan akses masyarakat menjadi perhatian karena jembatan berada di tengah kawasan permukiman dan menjadi jalur aktivitas warga.
Penggantian jembatan ini diharapkan membuat akses warga lebih aman sekaligus memberikan konstruksi yang lebih kuat untuk penggunaan jangka panjang. (KLIK-RED)