KLIK.SAMPIT – Sekitar 270 siswa SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terdampak kebakaran yang menghanguskan sejumlah fasilitas sekolah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menargetkan pembangunan kembali fasilitas yang rusak dapat dilakukan tahun ini.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau langsung kondisi sekolah di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Sabtu (3/10). Ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo, Wakil Bupati Kotim Irawati dan Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra.
Dalam peninjauan tersebut, Agustiar melihat sejumlah bagian sekolah yang terdampak kebakaran. Ia meminta proses pembangunan segera ditindaklanjuti agar aktivitas pendidikan tidak terlalu lama terganggu.
“Situasi seperti ini harus kita gerak cepat. Kalau menunggu dianggarkan lagi, kapan lagi membangunnya, ini cuma masalah teknis. Intinya pembangunan akan segera kami lakukan,” kata Agustiar.
Menurutnya, jumlah siswa menjadi salah satu pertimbangan untuk mempercepat pembangunan fasilitas sekolah.
“Kita hitung juga dari jumlah muridnya, sekitar 270 murid. Makanya segera akan kita bangun,” ujarnya.
Agustiar menargetkan pembangunan kembali dapat dilaksanakan tahun ini. Ia meminta kebutuhan teknis segera dikoordinasikan sehingga proses pembangunan tidak berlarut.
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti arahan gubernur. Pembangunan diperlukan agar sekolah dapat kembali beroperasi secara normal.
“Pak Gubernur menginginkan sekolah ini segera beroperasional kembali. Tentu harus dibangun dan dilaksanakan paling lambat tahun ini,” kata Reza.
Kebakaran sebelumnya terjadi pada Minggu (27/9) dini hari. Sejumlah fasilitas sekolah terdampak, yakni kantor, ruang guru, aula dan tiga ruang kelas. Satu ruang kelas lainnya juga harus dibongkar karena terdampak kebakaran.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar menyesuaikan kondisi fasilitas sekolah yang masih dapat digunakan sambil menunggu pembangunan kembali bagian yang terdampak. (KLIK-RED)