KLIK.SAMPIT – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyiapkan imbalan Rp5 juta bagi masyarakat yang memiliki informasi akurat terkait dugaan pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai pihak yang diduga menjadi penyebab kebakaran diminta melaporkannya kepada pemerintah. Identitas pelapor dijanjikan tetap dirahasiakan.
Hal tersebut disampaikan Agustiar saat mengunjungi Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (28/8).
“Artinya kalau Rp5 juta, kalau dapat informasi yang akurat, lapor pada kami, nanti dirahasiakan,” kata Agustiar.
Menurutnya, informasi dari masyarakat dapat membantu pemerintah dan aparat mengungkap penyebab karhutla, terutama jika ditemukan indikasi kebakaran yang terjadi secara sengaja.
Agustiar menyinggung penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau. Ia menyebut aparat kepolisian telah mengamankan dua orang yang berkaitan dengan temuan kebakaran di sejumlah titik.
“Karena kemarin Polda menangkap di Pulang Pisau, dua orang di 12 titik. Dua belas titik, berarti ada (dugaan) pengkoordinasian ini?” ujarnya.
Namun, Agustiar mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyamakan data hotspot dengan lokasi kebakaran.
Menurutnya, hotspot merupakan titik yang terdeteksi melalui sistem pemantauan dan belum tentu menunjukkan adanya lahan yang terbakar. Temuan tersebut tetap perlu diverifikasi dengan kondisi di lapangan.
“Seperti bagaimana titik api yang ada, titik api itu belum tentu terbakar. Jadi kebakar atau nggak seperti yang digambarkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Agustiar menyebut luasan karhutla di Kalteng saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Ia menyampaikan angka sekitar 7.034 hektare dalam salah satu pemaparannya.
Namun, pada kesempatan yang sama, ia juga menyebut perkembangan luasan kebakaran berdasarkan data yang dimilikinya telah mendekati 24 ribu hektare.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan data karhutla masih mengalami pemutakhiran seiring pendataan kondisi di lapangan.
Agustiar menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman. Pemerintah juga perlu mengetahui penyebab kebakaran agar kejadian serupa dapat dicegah.
Jika kebakaran dilakukan secara sengaja, informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu aparat menelusuri pihak yang bertanggung jawab.
Karhutla juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Asap dapat mengganggu aktivitas, menurunkan kualitas udara, hingga mengurangi jarak pandang.
Karena itu, masyarakat yang memiliki informasi akurat mengenai dugaan pelaku pembakaran diminta segera melapor kepada pemerintah atau aparat berwenang.
“Kalau dapat informasi yang akurat, lapor pada kami. Nanti dirahasiakan,” tegas Agustiar. (KLIK-RED)