Home Pemerintah Kotawaringin Timur Empat Hari Kejar Api di Bawah Tanah, DLH Kotim Bangun 14 Sumur Bor

Empat Hari Kejar Api di Bawah Tanah, DLH Kotim Bangun 14 Sumur Bor

  Redaksi   | Jumat , 02 Oktober 2026
35631798dfcedbbabca069cc0e6d2efb.jpg
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kotim Dr. Titik Setiyowati memantau pemulihan hidrologis awal lahan gambut pasca-terbakar di Jalan Tidar Sampit, belum lama ini. (DLH Kotim/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur belum berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim melakukan pendinginan dan pemulihan hidrologis di sejumlah lahan gambut yang terdampak kebakaran.

Kegiatan pemulihan tersebut dimulai sejak 26 September dan berlanjut hingga 30 September 2026. Tim bergerak di wilayah Kelurahan Baamang Hulu, Baamang Barat, dan Pasir Putih.

Pendinginan dilakukan menggunakan mobil tangki, alkon, serta selang pemadaman. Kebutuhan air di lokasi mencapai sekitar 5.000 liter hingga lebih dari 22.000 liter, menyesuaikan kondisi masing-masing titik.

Sebanyak 10 personel DLH Kotim terlibat dalam kegiatan tersebut bersama 10 personel Yonif TP 923/Mentaya yang dipimpin Letda Inf Jonni H Manalu serta 10 personel Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain pendinginan, DLH juga membangun 14 sumur bor. Infrastruktur tersebut digunakan untuk membantu menjaga kelembapan lahan gambut sekaligus mendukung pemulihan kondisi hidrologis kawasan pascaterbakar.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kotim Dr. Titik Setiyowati, mengatakan pemadaman api tidak menjadi akhir dari penanganan karhutla.

“Karhutla tidak selesai ketika api padam. Setelah itu, kita harus memastikan lahan benar-benar aman, kelembapannya terjaga dan fungsi hidrologis gambut dapat dipulihkan. Ini membutuhkan kerja bersama dan pemantauan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, upaya menjaga gambut juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Gambut adalah ekosistem yang harus kita jaga bersama. Ketika kita menjaga air dan kelembapannya, kita juga sedang menjaga lingkungan dan masa depan masyarakat,” katanya.

Pemulihan hidrologis tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi lahan gambut setelah terbakar. Dengan pendinginan, pemantauan, dan pembangunan sumur bor, kawasan terdampak diharapkan kembali memiliki kelembapan yang lebih terjaga. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami