KLIKKALTENG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi kejadian bencana yang dilaporkan di sejumlah wilayah Indonesia pada awal Oktober 2026. BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam periode pelaporan Sabtu (3/10) hingga Minggu (4/10) pukul 07.00 WIB.
Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, karhutla membakar kawasan hutan sekitar 11 hektare di Gunung Bancak, Dusun Setren, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan.
Kebakaran terjadi sejak Kamis (1/10). Setelah mendapat laporan masyarakat, BPBD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan langsung melakukan asesmen dan pemadaman.
Tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI/Polri, PMI, perangkat Desa Giripurno dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/10), sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Jawa Tengah juga menghadapi sejumlah kejadian karhutla. Di Kabupaten Klaten, kebakaran terjadi di tiga wilayah pada Jumat (2/10), yakni Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Desa Palar, Kecamatan Trucuk, serta Desa Jurang Jero, Kecamatan Karanganom.
Total luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai sekitar 4,6 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan api pada Sabtu (3/10).
Karhutla kembali terjadi di kawasan Bukit Cemoro Sewu, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka ringan dan sedang.
BPBD Klaten bersama tim gabungan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada hari yang sama. Namun, asap masih terlihat di sekitar lokasi.
Sementara di Kabupaten Sragen, karhutla melanda kawasan Perhutani BKPH Tangen Surakarta pada Kamis (1/10) sekitar pukul 16.45 WIB.
Kebakaran bermula saat seorang warga membakar daun tebu kering di lahannya. Warga tersebut kemudian meninggalkan lokasi karena mengira api sudah padam. Namun, api kembali membesar dan merambat ke kawasan Perhutani.
Luas hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Upaya pemadaman sempat terkendala kondisi medan yang curam dan licin.
Berdasarkan pemutakhiran pada Sabtu (3/10), tim gabungan berhasil memadamkan api di kawasan tersebut.
BNPB juga mengingatkan potensi karhutla masih perlu diwaspadai karena sejumlah wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah pada Dasarian I Oktober 2026, periode 1 hingga 10 Oktober.
Wilayah yang masuk dalam prakiraan tersebut tersebar di berbagai provinsi, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan. Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum api meluas.
Masyarakat juga diminta menggunakan air secara efisien serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Informasi terkait perkembangan cuaca dan kebencanaan dapat dipantau melalui kanal resmi BNPB, BPBD, BMKG dan pemerintah daerah.
(KLIK-RED)