Home Pemerintah Kotawaringin Timur Perbaikan Jembatan Patah On Track, Pemkab Yakin Selesai Lebih Awal

Perbaikan Jembatan Patah On Track, Pemkab Yakin Selesai Lebih Awal

  Redaksi   | Minggu , 14 Juni 2026
e337874e39b2e0e7ea6251eadf677355.jpg
Lantai jembatan Patah Jalan Kapten Mulyono Sampit sebelum diganti dengan kayu baru, Sabtu (14/6).(Usay Nor Rahmad /Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT – Progres perbaikan Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki hari ketiga pengerjaan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dari target kontrak yang ditetapkan selama 90 hari.

Sejak akses jembatan ditutup total untuk umum, tim teknis bergerak melakukan pembongkaran lantai kayu yang telah lapuk. Di saat bersamaan, material pengganti telah tersedia sehingga pekerjaan dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

Plt Kepala UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Suhardiono, mengatakan seluruh kebutuhan material utama telah siap digunakan.
Sebanyak 375 batang kayu ulin baru disiapkan untuk mengganti seluruh lantai jembatan yang rusak. Selain itu, 26 lembar plat besi penahan juga diganti dengan material baru guna memperkuat konstruksi.

"Kalau cuaca mendukung dan tidak ada kendala teknis di lapangan, tidak sampai 90 hari juga selesai. Apalagi bahan ada, " kata Suhardiono.

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar mengganti lantai kayu. Tim teknis juga melakukan penyempurnaan pada struktur jembatan agar lebih kuat dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Salah satu perubahan dilakukan pada posisi bantalan dudukan plat besi. Jika sebelumnya berada di lokasi yang menyebabkan beban lebih banyak ditanggung lantai kayu, kini bantalan dipindahkan tepat di atas tulang atau rangka utama jembatan.

Dengan perubahan tersebut, beban kendaraan yang melintas nantinya dapat langsung tersalurkan ke struktur utama sehingga risiko kerusakan lantai kayu dapat diminimalkan.

"Harapannya konstruksi yang baru ini lebih kuat dan kayu tidak mudah rusak seperti sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tristama, menegaskan perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan langkah cepat pemerintah untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
Menurutnya, rencana pembangunan jembatan permanen masih berada pada tahap Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Karena proses tersebut membutuhkan waktu, pemerintah memilih melakukan pemeliharaan menyeluruh terhadap jembatan yang ada.

"Kami berkomitmen memperbaiki Jembatan Patah. Ke depan memang akan dibangun secara permanen, tetapi saat ini masih dalam proses kajian," ujar Mentana.

Berdasarkan hasil kajian teknis, konstruksi hasil pemeliharaan ini diperkirakan mampu bertahan sekitar satu tahun. Waktu tersebut dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat sambil menunggu proses perencanaan hingga pembangunan jembatan permanen selesai.

Saat ini akses Jembatan Patah masih ditutup total selama 24 jam demi mendukung kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan. Namun dengan progres yang terus berjalan sesuai rencana, harapan agar jembatan dapat kembali difungsikan lebih cepat dari target semakin terbuka lebar. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami