Home Pemerintah Kotawaringin Timur Bekantan dan Burung Enggang Bikin Wisatawan Asing Kepincut, Pulau Hanibung Jadi Andalan Baru Kotim

Bekantan dan Burung Enggang Bikin Wisatawan Asing Kepincut, Pulau Hanibung Jadi Andalan Baru Kotim

  Sugianto   | Senin , 15 Juni 2026
405e7563d7811e17b646960eabb15384.jpg
Pulau Hanibung tampak dari atas direkam dengan kamera drone. (Istimewa/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai mencuri perhatian wisatawan mancanegara. Keaslian hutan, keberadaan bekantan dan burung enggang yang masih hidup di habitat alaminya, hingga panorama Sungai Mentaya menjadi daya tarik utama yang dinilai berpotensi menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata unggulan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Ramadansyah, mengungkapkan wisatawan asing bahkan telah mulai berdatangan untuk menikmati pesona alam Pulau Hanibung. Salah satunya rombongan wisatawan asal Norwegia yang belum lama ini berkunjung ke kawasan tersebut.

"Sudah ada wisatawan dari Norwegia yang datang ke Pulau Hanibung. Informasinya Oktober nanti mereka akan kembali lagi membawa lebih banyak wisatawan," ujarnya, Senin (15/6).

Menurut Ramadansyah, kekuatan utama Pulau Hanibung terletak pada alamnya yang masih asri. Berbeda dengan destinasi yang mengandalkan wahana buatan, kawasan ini menawarkan pengalaman menyaksikan satwa liar khas Kalimantan hidup bebas di habitatnya.

Burung enggang menjadi salah satu satwa yang paling diminati wisatawan. Selain itu, keberadaan bekantan yang kerap terlihat di sepanjang tepian Sungai Mentaya juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pencinta fotografi satwa liar dan wisata berbasis konservasi.

Tak hanya menikmati panorama alam, wisatawan juga dapat merasakan pengalaman menyusuri Sungai Mentaya menggunakan perahu hingga mencoba memancing udang galah. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar tanpa harus mengorbankan kelestarian lingkungan.

Namun, meningkatnya minat wisatawan juga diiringi perhatian terhadap upaya menjaga ekosistem kawasan. Ramadansyah mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam melindungi habitat satwa liar agar potensi wisata tersebut tetap terjaga.

"Harapan kami masyarakat tidak meracun udang dan tidak memburu bekantan maupun satwa lainnya," tegasnya.

Saat musim buah tiba, kawasan sepanjang Sungai Mentaya menuju Pulau Hanibung menjadi lokasi favorit bekantan mencari makan. Pemandangan tersebut menjadi atraksi alami yang sulit ditemukan di banyak tempat lain dan semakin memperkuat daya tarik kawasan bagi wisatawan.

Pulau Hanibung sendiri masuk dalam salah satu program prioritas Bupati Kotim, Halikinnor, untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Meski dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah, pemerintah terus menyiapkan berbagai fasilitas penunjang.

Di antaranya pembangunan lanting atau dermaga terapung sebagai tempat bersandar perahu wisata, penyediaan petugas pengawasan, serta pembangunan jalan titian agar wisatawan dapat menjelajahi kawasan dengan lebih aman dan nyaman.

Dukungan masyarakat juga mulai terlihat. Sejumlah warga Kota Besi telah membuka jasa perahu wisata untuk menyusuri sungai, sementara pemerhati lingkungan melakukan penanaman berbagai jenis pohon buah sebagai upaya menjaga ketersediaan pakan alami bagi satwa liar.

Dengan kekayaan hayati yang dimiliki, Pulau Hanibung dinilai bukan sekadar destinasi wisata baru, tetapi juga menjadi aset penting Kabupaten Kotawaringin Timur dalam mengembangkan pariwisata berbasis konservasi yang mampu menarik wisatawan dunia tanpa mengabaikan kelestarian alam.(KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami