KLIK.SAMPIT – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak perlu bepergian ke luar daerah untuk menikmati libur sekolah. Beragam destinasi wisata pantai, susur sungai hingga wisata edukasi di Bumi Habaring Hurung dinilai mampu menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga.
Memasuki musim libur sekolah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim memprediksi sejumlah objek wisata akan kembali ramai dikunjungi. Selain menawarkan keindahan alam, destinasi wisata lokal juga dinilai lebih hemat dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah, mengatakan daerahnya memiliki potensi wisata yang cukup lengkap, mulai dari wisata alam, wisata sungai hingga wisata edukasi.
"Sebentar lagi memasuki masa libur sekolah. Banyak destinasi wisata di Kotim yang bisa menjadi pilihan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga," ujarnya, Selasa (16/6).
Salah satu destinasi yang diperkirakan kembali menjadi favorit adalah kawasan Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit. Kawasan wisata tersebut selama ini menjadi ikon pariwisata Kotim dan selalu dipadati pengunjung saat akhir pekan maupun musim liburan.
Di kawasan itu terdapat sejumlah objek wisata seperti Pantai Tebing Kalap, Pantai Kobes, dan Pantai Jodoh yang kini semakin dilengkapi fasilitas penunjang. Bahkan, wahana permainan air seperti jet ski mulai diminati wisatawan.
Selain wisata pantai, pengalaman menyusuri Sungai Mentaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Jalur wisata dari Kota Besi hingga Pulau Hanibung menawarkan panorama sungai khas Kalimantan yang masih alami.
Menurut Ramadansyah, wisatawan yang beruntung dapat melihat langsung satwa endemik seperti bekantan, lutung merah, hingga burung enggang di sepanjang tepian sungai.
"Keanekaragaman satwa ini menjadi keunggulan wisata Kotim karena tidak semua daerah memiliki wisata sungai dengan kekayaan hayati seperti ini," katanya.
Tak hanya wisata alam, Kotim juga menawarkan berbagai destinasi wisata edukasi yang cocok dikunjungi selama libur sekolah. Di antaranya Kebun Raya Sampit, Bundaran Belanga, Islamic Center Sampit, hingga desa wisata.
Salah satu desa wisata yang mulai diperkenalkan adalah Desa Lampuyang yang menawarkan pengalaman mengenal kehidupan pedesaan dan aktivitas pertanian masyarakat. Menurut Ramadansyah, wisata edukasi seperti ini dapat menjadi sarana belajar bagi anak-anak di luar lingkungan sekolah.
"Anak-anak sekarang banyak yang belum pernah melihat langsung proses bertani atau kehidupan masyarakat desa. Ini bisa menjadi pengalaman edukatif sekaligus rekreasi," jelasnya.
Meski promosi wisata daerah masih terkendala efisiensi anggaran, Disbudpar tetap mengajak masyarakat untuk memanfaatkan destinasi wisata lokal. Selain lebih terjangkau, meningkatnya kunjungan wisata juga diyakini mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pedagang kuliner, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi hingga pengelola penginapan menjadi sektor yang ikut merasakan dampak positif meningkatnya kunjungan wisatawan selama musim liburan.
"Dengan berwisata di daerah sendiri, masyarakat lebih hemat dan ekonomi lokal juga ikut bergerak," tutup Ramadansyah. (KLIK-RED)