KLIK.SAMPIT – Setelah lama menjadi wacana, rencana pembangunan gedung multi guna di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan perkembangan. Pemerintah daerah menyebut proyek tersebut kini dipersiapkan untuk memasuki tahapan lelang, meski pelaksanaannya masih bergantung pada hasil evaluasi anggaran.
Gedung yang dirancang sebagai salah satu fasilitas publik terbesar di Kotim itu telah menjadi pembahasan sejak akhir 2025. Namun hingga pertengahan 2026, pembangunan fisiknya belum juga dimulai.
Di tengah belum terealisasinya proyek tersebut, kebutuhan akan gedung berkapasitas besar di Sampit terus meningkat. Berbagai kegiatan pemerintahan, pameran, seminar, hingga event olahraga dan hiburan masih terkendala keterbatasan tempat yang representatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan masih terdapat sejumlah proyek pembangunan yang belum dapat berjalan sesuai rencana, termasuk pembangunan gedung multi guna.
Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada meningkatnya harga material bangunan dan biaya jasa konstruksi. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menghitung kembali kebutuhan anggaran agar proyek yang dikerjakan tidak berhenti di tengah jalan.
"Kita akan lihat lagi kira-kira yang mana yang masih bisa kita laksanakan atau yang mana karena faktor kenaikan ini menjadi tidak bisa lagi dilaksanakan karena mungkin jika dilaksanakan tidak selesai," ujarnya, Rabu (17/6).
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mendorong proyek-proyek yang dinilai strategis agar dapat berjalan. Salah satunya dengan mulai mengarahkan pembangunan gedung multi guna ke tahapan proses lelang.
Gedung multi guna tersebut direncanakan dibangun di kawasan Bundaran Belanga. Selain menjadi sarana pendukung kegiatan pemerintahan, bangunan ini juga diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat.
Dengan kapasitas sekitar 5.000 hingga 7.000 orang, gedung ini diharapkan mampu menjadi lokasi pelaksanaan pameran, konser, seminar, kegiatan olahraga dalam ruangan, hingga berbagai agenda berskala regional yang selama ini sulit digelar di Kotim karena keterbatasan fasilitas.
Tidak hanya itu, kawasan pengembangannya juga dirancang dilengkapi arena grasstrack permanen sebagai fasilitas bagi komunitas otomotif yang selama ini masih menghadapi keterbatasan lokasi untuk menggelar balapan.
Masuknya proyek gedung multi guna ke dalam rencana lelang menjadi sinyal bahwa pembangunan yang telah lama diwacanakan mulai bergerak menuju tahap pelaksanaan. Meski begitu, kepastian realisasinya masih bergantung pada hasil penyesuaian anggaran di tengah meningkatnya biaya pembangunan. (KLIK.RED)