KLIK. SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak ingin tertinggal dalam persaingan pembangunan daerah. Di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik dan kebutuhan memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), Pemkab Kotim mulai memburu berbagai inovasi yang telah terbukti berhasil diterapkan daerah lain.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung. Kunjungan yang dipimpin Bupati Kotim Halikinnor ke Kota Bandung, Senin (15/6), menjadi bagian dari upaya mencari formula percepatan pembangunan melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan transformasi digital.
Bandung dipilih bukan tanpa alasan. Kota tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup agresif mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis teknologi, mulai dari digitalisasi layanan hingga berbagai terobosan dalam pengelolaan pemerintahan.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, peningkatan PAD menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat agar daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar dalam membiayai pembangunan.
Di saat yang sama, masyarakat juga menuntut pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan transparan. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Karena itu kami melihat pentingnya belajar dari daerah yang telah lebih dulu mengembangkan berbagai inovasi, terutama dalam tata kelola pemerintahan dan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu memangkas proses birokrasi, mempercepat pelayanan, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang efektif juga semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem kerja yang lebih responsif dan efisien.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah tidak hanya membahas peluang peningkatan PAD. Penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) juga menjadi salah satu perhatian utama agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pola pelayanan publik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kolaborasi antardaerah merupakan salah satu cara efektif mempercepat pembangunan. Menurutnya, setiap daerah memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat saling dipelajari tanpa harus memulai semuanya dari awal.
“Banyak hal yang bisa dikembangkan bersama. Daerah tidak harus selalu memulai dari nol ketika ada praktik baik yang sudah terbukti berhasil di tempat lain,” katanya.
Bagi Pemkab Kotim, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Berbagai pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan konkret yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan ekonomi daerah.
Di tengah persaingan antarwilayah yang semakin ketat, kemampuan pemerintah daerah dalam menggali sumber pendapatan dan menghadirkan layanan publik yang modern menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan. Karena itu, langkah Kotim menjadikan Bandung sebagai rujukan dinilai sebagai bagian dari strategi mencari terobosan baru untuk mendorong pembangunan yang lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan. (KLIK-RED)