KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek infrastruktur strategis tahun 2026. Di antara proyek yang menjadi prioritas adalah peningkatan Jalan Desa Kandan di Kecamatan Kota Besi serta rehabilitasi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit.
Kedua proyek tersebut kini memasuki tahapan persiapan akhir dan dijadwalkan segera masuk proses lelang sebelum pelaksanaan fisik dimulai.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan sejumlah kegiatan strategis mulai diproses agar dapat dikerjakan lebih awal.
"Insyaallah pada Juni ini beberapa kegiatan strategis sudah mulai masuk tahap lelang," ujarnya, Kamis (18/6).
Menurut Mentana, percepatan proses pengadaan dilakukan agar pelaksanaan proyek tidak menumpuk di penghujung tahun anggaran. Dengan demikian, kualitas pekerjaan dapat lebih terjaga dan manfaat pembangunan bisa segera dirasakan masyarakat.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah peningkatan Jalan Desa Kandan. Ruas jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung aktivitas masyarakat, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, pendidikan hingga pelayanan publik.
Selama ini jalan tersebut menjadi jalur utama warga untuk mengangkut hasil produksi dan menghubungkan permukiman dengan pusat-pusat ekonomi. Peningkatan kualitas jalan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menekan biaya transportasi.
Selain itu, rehabilitasi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono juga telah mulai dikerjakan. Jembatan tersebut merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas masyarakat di Sampit.
Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas. Pemerintah daerah berharap rehabilitasi tersebut dapat memperpanjang usia layanan jembatan sehingga tetap aman digunakan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Pemkab Kotim juga melanjutkan pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program yang melibatkan sinergi pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat itu tidak hanya membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta fasilitas umum, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan edukasi.
Mentana menegaskan seluruh proyek akan dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, baik dari sisi administrasi, teknis maupun pengawasan, agar hasil pembangunan memenuhi standar yang telah ditetapkan.
"Kami terus mengoptimalkan waktu yang tersedia agar semua kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Melalui percepatan sejumlah proyek prioritas tersebut, Pemkab Kotim berharap pembangunan infrastruktur dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (KLIK-RED)