Home Pemerintah Kotawaringin Timur Toleransi Jadi Benteng Persatuan di Tengah Keberagaman Masyarakat Kotim

Toleransi Jadi Benteng Persatuan di Tengah Keberagaman Masyarakat Kotim

  Sugianto   | Jumat , 19 Juni 2026
bb65d23fb7e4efb12b70ef3216fe863b.jpg
Staf Ahli Bupati Bidang Wim Reinhard Kaluwa Benung saat diwawancarai wartawan. (Sugianto /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Keberagaman yang dimiliki Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, kondisi tersebut hanya dapat terjaga apabila seluruh masyarakat terus menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati perbedaan.

Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, menegaskan bahwa kerukunan yang selama ini terbangun bukanlah sesuatu yang hadir secara otomatis. Menurutnya, suasana damai di tengah masyarakat merupakan hasil dari kesadaran bersama untuk menjaga persatuan di atas berbagai perbedaan yang ada.

“Kerukunan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya. Ia harus dijaga melalui sikap saling menghormati, saling memahami, dan menempatkan kepentingan bersama di atas perbedaan,” ujar Wim, Jumat (19/6).

Ia menilai, keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang yang ada di Kotim merupakan kekayaan sosial yang patut disyukuri. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan perbedaan tersebut tetap menjadi perekat, bukan sebaliknya menjadi pemicu konflik.

Menurut Wim, masyarakat yang hidup dalam suasana harmonis akan lebih mudah membangun kerja sama dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Sebaliknya, jika rasa saling percaya mulai memudar, berbagai persoalan sosial berpotensi muncul dan mengganggu stabilitas daerah.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa tantangan menjaga persatuan saat ini juga datang dari derasnya arus informasi di media sosial. Tidak sedikit informasi yang beredar berpotensi memicu kesalahpahaman, terutama jika diterima tanpa proses verifikasi.

Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, khususnya yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, maupun kelompok tertentu.

“Jangan mudah terprovokasi. Periksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Sikap bijak seperti ini penting untuk menjaga suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Wim juga menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah. Kehidupan sosial yang rukun dan harmonis turut menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat.

“Ketika masyarakat bersatu dan saling mendukung, maka berbagai tantangan dapat dihadapi bersama. Itulah kekuatan terbesar yang dimiliki daerah yang majemuk seperti Kotim,” pungkasnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami