KLIK.SAMPIT – Bandara H Asan Sampit mulai diproyeksikan menjadi salah satu pusat konektivitas udara di Kalimantan Tengah. Seiring meningkatnya aktivitas penerbangan dan masuknya pesawat berbadan besar Airbus A320, berbagai aspek infrastruktur bandara kini mulai dievaluasi untuk mendukung kebutuhan operasional di masa depan.
Pengembangan bandara dinilai penting agar mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang, frekuensi penerbangan, serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang di Kabupaten Kotawaringin Timur dan wilayah sekitarnya.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pembahasan mengenai pengembangan Bandara H Asan Sampit mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari keselamatan penerbangan hingga peningkatan kapasitas fasilitas penunjang.
"Audiensi ini membahas sejumlah poin krusial demi pengembangan dan peningkatan keamanan Bandara H Asan Sampit ke depan," kata Halikinnor, Sabtu (20/6).
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah keberadaan jalan alternatif di sisi timur landasan pacu. Pemerintah mengusulkan penerapan sistem pagar knock-down atau buka-tutup sebagai langkah meningkatkan keselamatan operasional penerbangan tanpa menghilangkan akses masyarakat yang selama ini memanfaatkan jalur tersebut.
Selain itu, kapasitas apron atau area parkir pesawat juga menjadi bagian dari evaluasi. Gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang saat ini berada di kawasan apron dinilai mulai membatasi ruang pengembangan.
Karena itu, relokasi fasilitas tersebut diusulkan agar area parkir pesawat dapat diperluas untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas penerbangan.
Evaluasi juga mencakup penguatan struktur landasan pacu atau Pavement Classification Number (PCN) serta rencana pelebaran runway. Langkah tersebut dianggap penting untuk mendukung operasional pesawat berbadan besar sekaligus membuka peluang penambahan rute penerbangan baru.
Menurut Halikinnor, keberadaan bandara memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi udara yang semakin baik diyakini dapat mempercepat mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan daya tarik investasi.
Masuknya Airbus A320 yang mulai beroperasi di Bandara H Asan Sampit pada Juni 2026 menjadi indikator meningkatnya kepercayaan maskapai terhadap potensi wilayah timur Kalimantan Tengah.
"Hadirnya pesawat berbadan besar di Bandara H Asan Sampit menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas udara sekaligus mendukung pertumbuhan investasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat di Kotawaringin Timur," ujarnya.
Dengan sejumlah evaluasi dan rencana pengembangan yang tengah dibahas, Bandara H Asan Sampit diharapkan mampu berkembang menjadi hub konektivitas regional yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan Tengah dengan kota-kota besar di Indonesia. Peran tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi Kotim sebagai salah satu pusat aktivitas di kawasan timur Kalteng. (KLIK-RED)