KLIK.SAMPIT – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jalan Wengga Metropolitan, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menunjukkan perkembangan signifikan. Di tengah percepatan pekerjaan yang berlangsung siang dan malam, akses jalan menuju kawasan sekolah menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah.
Bupati Kotim, Halikinnor, saat meninjau langsung lokasi pembangunan pada Senin (22/6), mengatakan kondisi akses jalan, khususnya jalur Lingkar Utara yang menjadi pintu masuk kawasan sekolah, masih memerlukan penanganan.
“Akses jalan masuk, terutama jalur Lingkar Utara, masih perlu perbaikan. Nanti akan saya instruksikan Dinas PU untuk mengecek terlebih dahulu mana yang bisa dibantu dan ditangani,” kata Halikinnor.
Menurutnya, keberadaan akses jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang aktivitas di kawasan pendidikan tersebut, terutama ketika Sekolah Rakyat mulai beroperasi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kotim melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan melakukan kajian teknis guna menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Di sisi lain, Halikinnor mengapresiasi capaian pembangunan yang dinilai berlangsung lebih cepat dari target. Ia menyebut percepatan tersebut didukung oleh sistem kerja bergilir yang diterapkan di lapangan.
“Progresnya sangat cepat. Dari laporan general manager, di sini ada sekitar 65 karyawan dan kurang lebih 900 tenaga tukang yang bekerja siang malam dengan sistem shift. Hasilnya bisa kita lihat, pekerjaan berjalan baik dan tidak ada kendala berarti yang menghambat,” ujarnya.
Halikinnor menilai Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Selain ruang belajar, kawasan sekolah juga dilengkapi asrama dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Ia menegaskan seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung pemerintah, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga biaya pendidikan selama mengikuti proses belajar.
“Di sini semua ditanggung. Anak-anak tinggal di asrama, makan, belajar, semuanya difasilitasi. Jadi tidak ada lagi alasan anak-anak dari keluarga tidak mampu tidak sekolah,” tegasnya.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Pemerintah Kabupaten Kotim optimistis kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat dilaksanakan sesuai jadwal pada 14 Juli 2026. Saat ini, pekerjaan fisik memasuki tahap akhir dan terus dikebut agar seluruh fasilitas siap digunakan tepat waktu. (KLIK-RED)