Home Pemerintah Kotawaringin Timur Baru 7 dari 18 Sekolah, Disdukcapil Sayangkan Minimnya Dukungan Perekaman e-KTP

Baru 7 dari 18 Sekolah, Disdukcapil Sayangkan Minimnya Dukungan Perekaman e-KTP

  Sugianto   | Kamis , 25 Juni 2026
f50436617e9409afb73fc55e350bb180.jpg
Kepala Disdukcapil Kabupaten Kotawaringin Timur Wiyono saat memberikan keterangan terkait program perekaman e-KTP bagi pelajar. (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyayangkan masih minimnya dukungan sekolah terhadap program perekaman KTP elektronik (e-KTP) bagi pelajar. Dari 18 SMA dan sederajat yang telah disurati, hingga kini baru tujuh sekolah yang memberikan fasilitas untuk pelaksanaan perekaman langsung di lingkungan sekolah.

Padahal, program jemput bola tersebut dirancang untuk mempermudah siswa yang telah memasuki usia wajib KTP agar tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil dan mengantre untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kotim, Wiyono, mengatakan pihaknya terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui perekaman e-KTP langsung di sekolah-sekolah. Namun, belum semua sekolah memberikan ruang bagi pelaksanaan program tersebut.

“Dari 18 SMA sederajat yang kami surati, baru tujuh sekolah yang memberikan fasilitasi. Kami menyayangkan masih ada sekolah yang belum bisa memberikan kesempatan pelayanan ini dilakukan di sekolah,” ujarnya, Kamis (25/6).

Menurut Wiyono, ketidakterlibatan sejumlah sekolah membuat sebagian siswa harus mengurus perekaman secara mandiri dengan datang langsung ke kantor pelayanan. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif karena siswa harus meluangkan waktu di luar jam belajar dan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.

Padahal dalam program jemput bola, petugas Disdukcapil datang langsung ke sekolah dengan membawa seluruh peralatan perekaman. Siswa hanya perlu menjalani proses verifikasi data dan perekaman biometrik tanpa harus meninggalkan lingkungan sekolah.

“Tujuan kami justru untuk memudahkan siswa. Mereka tidak perlu datang ke kantor, tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi, dan tidak mengganggu aktivitas belajar. Petugas kami yang datang langsung ke sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, kepemilikan e-KTP menjadi kebutuhan penting bagi pelajar yang memasuki usia dewasa. Dokumen tersebut dibutuhkan untuk berbagai keperluan administrasi, mulai dari pendaftaran perguruan tinggi, layanan perbankan, hingga berbagai layanan publik lainnya.

Karena itu, Disdukcapil berharap sekolah-sekolah yang belum memberikan dukungan dapat mempertimbangkan kembali kebijakan mereka demi kepentingan para siswa.

“Kami berharap sekolah yang belum memberikan fasilitasi bisa mendukung program ini. Yang diuntungkan bukan Disdukcapil, tetapi para siswa karena mereka mendapatkan layanan lebih mudah dan cepat,” tegasnya.

Selain memudahkan pelajar, program jemput bola juga menjadi salah satu strategi Disdukcapil dalam meningkatkan cakupan perekaman e-KTP di Kotim. Saat ini capaian perekaman tercatat sekitar 97,80 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 98 persen.

Namun target tersebut tidak mudah dicapai karena tingginya mobilitas penduduk yang masuk ke wilayah Kotim. Setiap penambahan penduduk wajib KTP akan memengaruhi persentase capaian yang harus dipenuhi pemerintah daerah.

“Mobilitas penduduk yang masuk ke Kotim cukup tinggi. Karena itu kami terus mencari cara agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, termasuk melalui perekaman langsung di sekolah-sekolah,” pungkasnya.

Disdukcapil berharap semakin banyak sekolah yang membuka akses bagi program perekaman e-KTP sehingga para pelajar dapat memperoleh dokumen kependudukan dengan lebih mudah, cepat, dan tanpa harus meninggalkan aktivitas belajar mereka. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami