Home Pemerintah Kotawaringin Timur SI-PENYANG Hadir, Kotim Percepat Penyelamatan Ibu Hamil Berisiko Lewat Sistem Digital

SI-PENYANG Hadir, Kotim Percepat Penyelamatan Ibu Hamil Berisiko Lewat Sistem Digital

  Sugianto   | Jumat , 26 Juni 2026
9563d87ded7a97590619000f7c65b5c0.jpg
Foto bersama usai penandatanganan perjanjian kerja sama Jejaring Pengampuan Cathlab yang dirangkai dengan kick off SI-PENYANG Tahun 2026 di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jumat (26/6). (Sugianto /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan Sistem Integrasi Penyangga Keselamatan Nyawa Ibu dan Jabang Bayi (SI-PENYANG) sebagai langkah mempercepat penanganan ibu hamil berisiko dan menekan angka kematian ibu serta bayi.

Melalui sistem berbasis digital ini, proses rujukan tidak lagi mengandalkan komunikasi manual, melainkan terhubung secara real time mulai dari bidan desa, puskesmas, hingga rumah sakit.

Peluncuran SI-PENYANG dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Jejaring Pengampuan Cathlab di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Jumat (26/6).

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan mempercepat pengambilan keputusan medis pada kasus kegawatdaruratan kehamilan yang selama ini masih terkendala lambatnya koordinasi antar fasilitas kesehatan.

"SI-PENYANG merupakan inovasi digital yang mengintegrasikan alur rujukan, pemantauan, dan koordinasi antarunit kesehatan secara real time sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan medis secara cepat dan akurat," ujarnya.

Menurut Halikinnor, kecepatan informasi menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa ibu maupun bayi. Karena itu, transformasi digital di sektor kesehatan harus terus diperkuat agar pelayanan semakin efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menilai sistem kesehatan modern tidak hanya bergantung pada tenaga medis dan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan membangun jaringan informasi yang terintegrasi. Melalui SI-PENYANG, kondisi pasien dapat dipantau sejak berada di pelayanan kesehatan tingkat pertama sehingga rumah sakit memiliki waktu lebih cepat mempersiapkan penanganan sebelum pasien tiba.

"Saya berharap inovasi ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen yang kita bangun hari ini jangan berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak positif dan berkelanjutan bagi pelayanan kesehatan," katanya.

Dalam implementasinya, RSUD dr. Murjani Sampit ditunjuk sebagai Command Center Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Seluruh laporan dari bidan desa, puskesmas, hingga rumah sakit jejaring akan dipantau melalui satu pusat kendali sehingga koordinasi penanganan pasien berlangsung lebih cepat dan terarah.

Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, menjelaskan SI-PENYANG dikembangkan setelah dilakukan evaluasi terhadap sistem rujukan maternal dan neonatal yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan, baik dari sisi administrasi, komunikasi, maupun koordinasi pelayanan.

"Melalui analisis kondisi, kendala, kebutuhan, dan kesiapan sistem rujukan maternal-neonatal serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, SI-PENYANG hadir untuk memperkuat sistem rujukan melalui pengembangan sistem informasi terintegrasi, peningkatan koordinasi, dan penguatan tata kelola rujukan," jelasnya.

Ia menambahkan, sistem tersebut tidak hanya mempercepat proses rujukan, tetapi juga menyediakan data pasien yang lebih lengkap sehingga tenaga medis dapat menentukan tindakan secara lebih cepat dan tepat. Selain itu, seluruh proses pelayanan terdokumentasi secara digital sehingga memudahkan evaluasi dan peningkatan mutu layanan.

Dengan dukungan pemerintah daerah, SI-PENYANG diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan ibu dan anak berbasis digital yang adaptif, responsif, dan mampu memperkuat posisi RSUD dr. Murjani sebagai rumah sakit rujukan unggulan di Kalimantan Tengah.

Melalui inovasi ini, Pemkab Kotim berharap tidak ada lagi keterlambatan penanganan akibat lambatnya informasi maupun koordinasi. Sistem rujukan yang terintegrasi diharapkan mampu memperbesar peluang penyelamatan ibu hamil dan bayi, terutama pada kondisi kegawatdaruratan. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami