Home Pemerintah Kotawaringin Timur Bupati Kotim Minta Perusahaan Turut Bantu Padamkan Karhutla Sejak Dini

Bupati Kotim Minta Perusahaan Turut Bantu Padamkan Karhutla Sejak Dini

  Sugianto   | Senin , 06 Juli 2026
438cb9f17d5116c4c751ad90ba278f17.jpg
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor saat diwawancara wartawan.(Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor meminta perusahaan, khususnya perusahaan perkebunan swasta (PBS), ikut berperan aktif membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini selama musim kemarau. Menurutnya, penanganan cepat sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

"Saya juga mengimbau perusahaan-perusahaan besar, termasuk PBS, apabila terjadi kebakaran di sekitar wilayahnya agar bersama-sama membantu memadamkan api sebelum meluas. Jangan menunggu sampai kebakaran menjadi besar," ujar Halikinnor, Senin (6/7).

Selain melibatkan perusahaan, Halikinnor juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan kebakaran di lahan gambut sangat sulit dipadamkan sehingga pencegahan menjadi langkah terbaik.

"Kalau sudah terjadi kebakaran besar, apalagi di lahan gambut, akan sangat sulit dipadamkan. Karena itu saya minta masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar. Lebih baik kita mencegah daripada menghadapi bencana yang dampaknya merugikan semua pihak," tegasnya.

Menurut Halikinnor, cuaca panas yang mulai melanda Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi tanda meningkatnya potensi karhutla. Kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan apabila tidak segera ditangani.

Sebagai contoh, ia menyebut kebakaran yang terjadi di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit pada malam sebelumnya. Meski area yang terbakar tidak terlalu luas, proses pemadaman tetap berlangsung cukup sulit dan menguras tenaga petugas.

"Kemarin malam saja ada kebakaran di dekat bandara. Dengan lokasi yang tidak begitu luas saja kita sudah setengah mati memadamkannya. Bayangkan kalau apinya sampai meluas," katanya.

Halikinnor juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman, baik yang disebabkan arus pendek listrik maupun aktivitas lain yang menggunakan api.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah dapat bersinergi mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau. Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan harus menangani kebakaran besar yang dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga aktivitas perekonomian daerah. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami