Home Pemerintah Kotawaringin Timur Halikinnor Desak PLN Kurangi Pemadaman Listrik di Kotim

Halikinnor Desak PLN Kurangi Pemadaman Listrik di Kotim

  Sugianto   | Selasa , 07 Juli 2026
7bb1ae24a90b2159fe30bd80884ea7ce.jpg
Pemadaman listrik saat malam hari di Sampit, Kotawaringin Timur. (Dokumentasi Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta PT PLN meningkatkan keandalan jaringan listrik guna mengurangi frekuensi pemadaman yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul masih banyaknya keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi itu juga berdampak pada kegiatan ekonomi dan pelayanan pemerintahan.

Halikinnor mengatakan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah berkoordinasi langsung dengan pimpinan PLN untuk meminta peningkatan pemeliharaan jaringan distribusi listrik.

Berdasarkan penjelasan yang diterima pemerintah daerah, pemadaman yang belakangan sering terjadi bukan disebabkan gangguan pada pembangkit listrik, melainkan gangguan nonteknis di jaringan distribusi, seperti pohon tumbang, ranting yang menyentuh kabel, hingga gangguan satwa.

"Berdasarkan penjelasan dari PLN, pemadaman yang sering terjadi belakangan ini lebih banyak disebabkan faktor nonteknis, seperti pohon tumbang maupun gangguan satwa, termasuk monyet yang mengenai jaringan listrik," ujarnya, Selasa (7/7).

Ia menegaskan PLN perlu memperkuat langkah pencegahan agar gangguan serupa tidak terus berulang. Menurutnya, keandalan pasokan listrik sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan PLN agar penanganannya lebih maksimal, karena pemadaman ini berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik. Saya juga mengimbau masyarakat agar mendukung pemangkasan dahan atau pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan," katanya.

Halikinnor menjelaskan, pelaku usaha menjadi salah satu pihak yang paling terdampak akibat pemadaman listrik. Aktivitas produksi yang mengandalkan mesin dan peralatan listrik sering kali terhenti ketika aliran listrik padam, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.

Selain itu, pemadaman yang terjadi berulang juga dapat meningkatkan risiko kerusakan mesin produksi maupun peralatan elektronik akibat perubahan tegangan saat listrik padam dan kembali menyala.

Dampak serupa juga dirasakan sektor pelayanan publik. Meski sejumlah kantor pemerintahan telah dilengkapi generator set (genset), perpindahan pasokan listrik dari jaringan utama ke genset memerlukan waktu sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap sempat terganggu.

"Begitu listrik padam, sistem otomatis membutuhkan waktu sebelum genset beroperasi. Dalam masa transisi itu pelayanan tentu ikut terganggu, meskipun hanya beberapa saat," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berharap PLN dapat meningkatkan pemeliharaan jaringan secara berkala, mempercepat penanganan gangguan di lapangan, serta memperkuat keandalan distribusi listrik. Halikinnor juga mengajak masyarakat mendukung upaya pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik sebagai langkah pencegahan agar frekuensi pemadaman dapat ditekan. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami