KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menggerakkan program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Bupati Kotim Halikinnor meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dengan mengantar langsung anak mereka pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang diterbitkan pada Rabu (9/7). Selain ditujukan kepada ASN, gerakan ini juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar semakin aktif mendampingi anak saat memulai kegiatan belajar di sekolah.
Halikinnor mengatakan, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas mengantar anak, tetapi menjadi bagian dari penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.
"Untuk memperkuat peran ayah atau wali ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini, membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan dan kesiapan anak dalam proses belajar," tulis Halikinnor dalam surat edaran tersebut.
Gerakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Melalui surat edaran itu, ASN yang memiliki anak usia sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat diimbau mengantar langsung anak mereka sesuai jadwal hari pertama masuk sekolah.
Tidak hanya itu, para ASN juga diminta mengajak keluarga, kerabat, dan masyarakat di lingkungan sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran ayah dalam keluarga.
Menurut pemerintah daerah, keterlibatan ayah pada hari pertama sekolah dapat memberikan rasa aman, mempererat hubungan emosional, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar.
"Gerakan ini diharapkan dapat membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak serta meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah," demikian bunyi surat edaran tersebut.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, ASN juga diminta mendokumentasikan kegiatan dan mengisi formulir pelaporan melalui tautan yang telah disediakan pemerintah.
Pemkab Kotim berharap GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal meningkatnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (KLIK-RED)