Home DPRD Gunung Mas DPRD Gunung Mas Minta Persiapan Napak Tilas Tumbang Anoi 2028 Tak Sekadar Wacana

DPRD Gunung Mas Minta Persiapan Napak Tilas Tumbang Anoi 2028 Tak Sekadar Wacana

  Redaksi   | Rabu , 15 Juli 2026
c768d4b45c6a2113dce78376a582ad35.jpg
Ketua Komisi III DPRD Gunung Mas Iceu Purnamasari. (DPRD Gunung Mas)

KLIK.KUALA KURUN – Komisi III DPRD Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dalam mempersiapkan pelaksanaan Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi 2028. Namun, DPRD mengingatkan agar seluruh rencana yang telah disusun benar-benar direalisasikan dan tidak berhenti sebatas konsep.

Ketua Komisi III DPRD Gunung Mas Iceu Purnamasari, mengatakan persiapan kegiatan tersebut harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang terukur serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.

"Kami sangat mendukung. Namun kami juga mengingatkan agar seluruh rencana besar tersebut tidak berhenti sebagai konsep di atas kertas, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata, pembangunan infrastruktur yang terukur, serta berpihak kepada masyarakat desa," ujarnya, Rabu (15/7).

Menurutnya, Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi bukan sekadar agenda mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus mendorong percepatan pembangunan daerah.

"Momentum ini harus menjadi pintu masuk percepatan pembangunan, penguatan identitas budaya Dayak, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal," katanya.

Iceu menilai pembentukan Steering Committee dan Organizing Committee oleh pemerintah daerah merupakan langkah yang tepat. Meski demikian, setiap tahapan harus memiliki target yang jelas, jadwal terukur, dan pengawasan yang ketat agar seluruh program berjalan sesuai rencana.

Ia menegaskan DPRD siap menjalankan fungsi pengawasan, terutama terhadap pembangunan infrastruktur penunjang seperti akses jalan, jaringan listrik, telekomunikasi, fasilitas publik, hingga sarana pendukung sektor pariwisata.

"Kami siap mengawal seluruh proses persiapan agar pembangunan yang direncanakan benar-benar terealisasi," tegasnya.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, keberhasilan Napak Tilas Tumbang Anoi tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan acara, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat.

"Jangan sampai setelah kegiatan selesai masyarakat tidak merasakan manfaatnya. Yang harus diwariskan adalah infrastruktur yang lebih baik, ekonomi masyarakat tumbuh, UMKM berkembang, dan budaya Dayak semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi rencana pemerintah daerah yang akan melibatkan masyarakat dalam penyediaan homestay, promosi produk unggulan, hingga penguatan ketahanan pangan desa. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.

Selain itu, Iceu berharap seluruh perangkat daerah dapat bekerja secara terpadu sehingga persiapan menuju 2028 berjalan optimal dan Tumbang Anoi mampu berkembang menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Kalimantan Tengah.

Ia juga mendukung rencana menjadikan Betang Damang Batu sebagai Cagar Budaya Nasional. Menurutnya, status tersebut akan memperkuat pelestarian sejarah sekaligus membuka peluang dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan kawasan bersejarah tersebut.

"Kalau targetnya menjadi cagar budaya nasional, maka seluruh persyaratan harus dipenuhi sejak sekarang. Jangan menunggu mendekati tahun 2028 baru bergerak," pungkasnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami