KLIK.PURUK CAHU – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya Tuti Marheni, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak harus dimulai dari penanaman tata krama, adab, sopan santun, etika, dan akhlak sejak usia dini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Tuti mengatakan, pendidikan karakter tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah ataupun keluarga. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara orang tua, wali murid, dan guru agar pembinaan terhadap anak berjalan secara berkesinambungan.
"Di rumah, orang tua tidak hanya bekerja mencari nafkah dan mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki peran utama dalam memberikan arahan, nasihat, dan perhatian kepada anak. Sementara di sekolah, guru berperan sebagai orang tua kedua yang melanjutkan pembinaan tersebut," ujarnya, Selasa (26/5).
Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada komunikasi dan kerja sama yang baik antara keluarga dan sekolah. Karena itu, ia mengingatkan agar kedua pihak tidak saling menyalahkan ketika anak menghadapi persoalan perilaku maupun prestasi.
"Setiap permasalahan anak harus diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi. Pola saling menyalahkan justru tidak akan memberikan solusi yang baik bagi perkembangan anak," katanya.
Politisi tersebut menilai anak merupakan cerminan dari pendidikan yang diberikan lingkungan terdekatnya. Apabila nilai hormat, disiplin, dan sopan santun diajarkan secara konsisten di rumah maupun di sekolah, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
"Anak adalah cerminan dari didikan kita bersama. Jika di rumah diajarkan sikap hormat, kemudian di sekolah diperkuat dengan disiplin dan adab, maka akan lahir generasi Murung Raya yang cerdas sekaligus berkarakter," tuturnya.
Lebih lanjut, Tuti berharap hubungan antara orang tua dan guru terus diperkuat melalui komunikasi rutin, peran aktif komite sekolah, serta keteladanan yang diberikan oleh kedua belah pihak.
Ia menegaskan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
"Pendidikan bukan semata-mata soal nilai rapor, tetapi tentang membentuk manusia seutuhnya. Dan itu dimulai dari tata krama," pungkasnya.
Tuti juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Murung Raya untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang humanis, religius, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi penerus. (KLIK-RED)