KLIK.PURUK CAHU – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya Dina Maulidah, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap akun media sosial Facebook palsu yang mengatasnamakan dirinya. Akun tersebut diketahui mengirim permintaan pertemanan dan pesan pribadi kepada sejumlah warga dengan menawarkan hadiah umrah gratis.
Dina menegaskan akun Facebook bernama Dina Maulidah Rahmanto yang beredar di media sosial tersebut bukan akun resmi miliknya. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi maupun penawaran yang disampaikan melalui akun tersebut.
"Jadi, saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati serta jangan percaya dengan apa yang ditawarkan oleh akun tersebut. Itu bukan saya. Itu akun palsu," ujarnya saat dihubungi dari Puruk Cahu, Jumat.
Menurut Dina, akun palsu tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi menyesatkan maupun melakukan penipuan yang dapat merugikan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa akun tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan dirinya, baik sebagai pribadi maupun dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua I DPRD Murung Raya.
"Saya tegaskan sekali lagi kepada seluruh masyarakat bahwa akun yang sedang beredar itu bukan akun saya, bukan akun resmi, dan tidak ada hubungan apa pun dengan saya maupun tugas dan fungsi saya di lembaga DPRD maupun organisasi kemasyarakatan," katanya.
Dina juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah melaporkan keberadaan akun tersebut sehingga informasi mengenai dugaan akun palsu dapat segera diketahui publik.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi keaslian akun media sosial sebelum mempercayai informasi ataupun tawaran tertentu, terutama yang menjanjikan hadiah atau meminta data pribadi.
"Informasi ini diharapkan dapat disebarluaskan secara luas kepada seluruh kalangan masyarakat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan selalu teliti sebelum mempercayai informasi dari akun media sosial yang belum jelas keasliannya," pungkasnya. (KLIK-RED)