KLIK.PURUK CAHU –Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya Bebie, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya memperkuat pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertamax.
Politisi PDI Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Murung Raya itu menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memicu dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.
"Kenaikan harga Pertamax yang berlaku hari ini tentu cukup mengejutkan karena naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter di SPBU. Kondisi ini akan menambah biaya operasional kendaraan masyarakat," kata Bebie di Puruk Cahu, Rabu (10/6).
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan terhadap harga eceran tertinggi (HET), memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, serta menyiapkan program bantuan yang tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak.
Ia menilai langkah antisipatif tersebut penting dilakukan untuk menekan dampak kenaikan BBM terhadap daya beli masyarakat.
"Kenaikan BBM jenis Pertamax ini berpotensi memicu kenaikan biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, serta menambah beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah," ujarnya.
Meski demikian, Bebie mengapresiasi keputusan pemerintah yang masih mempertahankan harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan BioSolar, sehingga kebutuhan masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi tetap dapat terpenuhi.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar terus mengawasi distribusi BBM bersubsidi sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
"Pengendalian yang terukur perlu dilakukan agar distribusi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran sekaligus mencegah gejolak ekonomi yang lebih luas," katanya.
Menurut Bebie, kenaikan harga Pertamax tidak terlepas dari sejumlah faktor eksternal, seperti meningkatnya harga minyak mentah dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta penyesuaian formula harga BBM non subsidi.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus bersinergi menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.(KLIK-RED)