KLIK.SAMPIT – Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan. Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak masyarakat mengisinya dengan gotong royong, termasuk bersama-sama menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Pesan tersebut disampaikan Halikinnor setelah mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Stadion 29 November Sampit, Senin (17/8).
Halikinnor mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara. Ia juga memberikan penghargaan kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kotim yang menjalankan tugas dengan lancar.
“Alhamdulillah, tadi kita sama-sama menyaksikan penaikan bendera Merah Putih. Anak-anak kita dari Paskibraka menjalankan tugas dengan baik dan penuh khidmat. Tidak ada yang salah maupun keliru, sehingga bendera dapat dikibarkan sesuai ketentuan,” ujar Halikinnor.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan upacara merupakan hasil kerja bersama panitia, petugas upacara, Paskibraka dan seluruh unsur yang terlibat.
Namun, Halikinnor menilai makna kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pembangunan dan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan melanjutkan perjuangan para pendahulu dan pahlawan kita. Kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan dan bagaimana kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Di tengah kondisi kemarau dan karhutla yang masih terjadi, Halikinnor juga mengajak masyarakat memperkuat gotong royong. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar api tidak semakin meluas.
“Momentum kemerdekaan ini mari kita manfaatkan untuk bersama-sama bergotong royong. Semuanya harus bahu-membahu untuk sama-sama memadamkan api yang ada, sehingga daerah kita tetap kondusif dan aman,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah tidak dapat menangani persoalan karhutla sendirian. Masyarakat, dunia usaha dan seluruh unsur terkait perlu mengambil peran, terutama dalam mencegah munculnya titik api dan membantu penanganan ketika kebakaran terjadi.
Semangat gotong royong, lanjutnya, juga perlu diterapkan dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan daerah.
Halikinnor berharap semangat kemerdekaan tetap terjaga setelah rangkaian upacara selesai. Masyarakat diharapkan terus menjaga kepedulian terhadap lingkungan, keamanan dan kondisi wilayah masing-masing.
Terlebih, ancaman karhutla masih menjadi persoalan di tengah musim kemarau. Karena itu, kerja bersama dinilai penting untuk menjaga Kotim tetap aman dan kondusif.
Bagi Halikinnor, mengisi kemerdekaan berarti memastikan pembangunan terus berjalan sekaligus menjaga masyarakat dari berbagai ancaman yang muncul di daerah, termasuk karhutla. (KLIK-RED)