Home Pemerintah Kotawaringin Timur Jika Tidak Dikendalikan, Karhutla Kotim Ancam Berbagai Sektor

Jika Tidak Dikendalikan, Karhutla Kotim Ancam Berbagai Sektor

  Redaksi   | Kamis , 20 Agustus 2026
c8c85be26dd6887e20cd41bde9e55a20.jpg
Sejumlah mobil OPD di Kotim mengantre mengisi air untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan, Kamis (20/8) . Semua OPD dikerahkan untuk menekan karhutla yang mengancam berbagai sektor ini. (Usay Nor Rahmad/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur kini bukan hanya ancaman lingkungan. Jika tidak segera dikendalikan, asap dan dampak api dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga ekonomi masyarakat.

Kondisi ini disadari penuh oleh Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor. Pada Rabu (19/8), Halikinnor menggelar rapat khusus dengan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Rumah Jabatan Bupati untuk merumuskan strategi penguatan penanganan karhutla. Titik kebakaran terus bermunculan setiap hari, membuat petugas pemadam mulai kewalahan.

"Kita lihat perkembangan karhutla ini semakin menjadi-jadi. Di sekitar kota saja sudah beberapa titiknya bertambah setiap hari, dan pihak pemadam ini hampir kewalahan," kata Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor saat rapat berlangsung.

Merespons situasi tersebut, Halikinnor mengerahkan seluruh OPD untuk turun langsung ke lapangan dengan perubahan strategi signifikan. Jika sebelumnya OPD hanya mengirim personel, kini mereka diminta membawa armada lengkap dengan tangki air untuk membantu suplai air pemadaman.

"Jadi kita minta supaya semua OPD turun langsung membawa peralatan armadanya masing-masing. Itu memang membantu menyuplai air, supaya mobil pemadam hanya penembak saja di tempat," ungkapnya.

Strategi ini dirancang agar penanganan karhutla lebih efektif dan efisien. Dengan armada OPD berfokus pada suplai air, mobil pemadam kebakaran dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pemadaman api. Langkah tersebut juga menjawab tantangan khusus yang dihadapi petugas: kebakaran di wilayah jauh dari sumber air menjadi hambatan tersendiri dalam proses pemadaman.

"Mulai hari ini kita kerahkan semaksimal mungkin. Harapan kita karhutla ini minimal bisa kita tanggulangi, khususnya daerah perkotaan," tutur Halikinnor.

Dampak luas inilah yang memaksa seluruh elemen harus terlibat aktif. Bupati menekankan bahwa penanganan karhutla bukan tanggung jawab pemerintah semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga aparat keamanan.

"Masalah kesehatan, pendidikan, transportasi, ekonomi pasti akan terhambat, pasti akan terganggu semua kalau memang karhutla ini tidak bisa kita tanggulangi," tegasnya.

Karena itulah, Halikinnor mengajak seluruh masyarakat Kotim menghidupkan kembali semangat Habaring Hurung—gotong royong dalam menghadapi bencana. Ia meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika kebakaran terjadi, tetapi turut serta dalam proses penanganan.

"Mari kita bergotong royong, kolaborasi, bersinergi dengan aparat keamanan TNI-Polri yang juga berjibaku setiap hari, setiap malam untuk memadamkan api. Bersama-sama kita," ujarnya. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami