Home Pemerintah Kotawaringin Timur Rp7,5 Miliar Digelontorkan, Jalan Tjilik Riwut Naik Level

Rp7,5 Miliar Digelontorkan, Jalan Tjilik Riwut Naik Level

  Sugianto   | Jumat , 21 Agustus 2026
aa19d24bd4c78868bb3f5c188e5ef68c.jpg
Perbaikan Jalan Tjilik Riwut Sampit telah dimulai dalam beberapa hari terakhir ini. Perbaikan menelan anggaran sekitar Rp 7, 5 miliar. (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK. SAMPIT - Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai direkonstruksi. Pemerintah daerah mengalokasikan Rp7,508 miliar untuk meningkatkan kondisi badan jalan sekaligus membenahi drainase yang selama ini menjadi salah satu persoalan genangan di kawasan tersebut.

Pekerjaan dimulai sejak 10 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 7 Desember 2026. Tahun ini, penanganan menyasar ruas sekitar 675 meter, dimulai dari simpang Wella.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Bagus Anugrah Nusantara mengatakan pekerjaan di ruas tersebut mencakup dua bagian utama, yakni peningkatan jalan dan pembangunan drainase.

“Kalau kontrak sudah dari tanggal 10 Juli dan nanti selesainya 7 Desember. Di Jalan Tjilik Riwut itu ada dua item, fokus utamanya sebenarnya drainase,” kata Bagus, Jumat (21/8).

Menurutnya, persoalan genangan tidak cukup diselesaikan hanya dengan membangun saluran air. Elevasi badan jalan juga perlu disesuaikan agar sistem drainase dapat bekerja lebih optimal.

“Secara teknis, drainase kalau tidak diimbangi dengan peningkatan jalan akan kalah. Nanti malah tetap banjir. Jadi setelah kita telaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan leveling ulang,” jelasnya.

Peningkatan badan jalan dilakukan menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB). Aspal lama didaur ulang dan diperkuat kembali sebagai bagian dari struktur jalan sebelum masuk ke tahap pengaspalan.

Setelah proses recycling, badan jalan membutuhkan waktu pemadatan sekitar 14 hari sebelum dilanjutkan ke tahapan pekerjaan berikutnya.

Sementara pembangunan drainase menggunakan sistem precast. Saluran dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi.

“Jadi sistemnya precast, nanti tinggal dipasang-pasang di tempat. Sementara dari tanggal 10 Juli sampai Agustus ini mereka mencetak salurannya,” ujarnya.

Drainase tersebut nantinya memiliki dua jalur pembuangan. Salah satunya diarahkan menuju saluran di kawasan Bumi Raya, sementara jalur lainnya menuju sungai di sekitar kawasan bengkel.

Konstruksi bagian atas drainase juga dirancang dengan elevasi rendah sehingga tetap dapat dilalui kendaraan. Dengan demikian, pembenahan saluran tidak mengganggu aktivitas warga maupun pengguna jalan.

Bagus mengatakan, penanganan sepanjang 675 meter tahun ini menjadi tahap awal untuk pembenahan Jalan Tjilik Riwut. Pemerintah daerah berencana melanjutkan pekerjaan secara bertahap ke ruas berikutnya.

“Ini sebagai project maker. Tahun ini titiknya 675 meter. Jadi kita sudah mulai titik banjirnya, kemudian ke depan akan kita sambung sampai simpang empat Tjilik Riwut-Pramuka-Pemuda,” tuturnya.

Pekerjaan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas badan jalan, tetapi juga memperbaiki sistem pembuangan air di kawasan yang selama ini kerap mengalami genangan.

Dengan konsep penanganan jalan dan drainase secara bersamaan, pemerintah daerah menargetkan persoalan infrastruktur di Jalan Tjilik Riwut dapat ditangani secara bertahap dan lebih menyeluruh. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami