Home Peristiwa Camat Pulau Hanaut Luruskan Kabar Warga Meninggal, Bukan Saat Tangani Karhutla

Camat Pulau Hanaut Luruskan Kabar Warga Meninggal, Bukan Saat Tangani Karhutla

  Sugianto   | Sabtu , 29 Agustus 2026
e440559b5fcf5a418153c738c2b1bc2c.jpg
Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Diiolah dengan AI /Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Camat Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Fahrujiansyah meluruskan kabar mengenai seorang warga yang disebut meninggal dunia saat terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menegaskan, warga tersebut meninggal dunia akibat serangan jantung. Almarhum juga tidak meninggal saat melakukan pemadaman karhutla.

Menurut Fahrujiansyah, almarhum memang sempat terlibat dalam sejumlah kegiatan terkait pencegahan karhutla di Kecamatan Pulau Hanaut.

Kegiatan itu antara lain sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, serta kunjungan ke mitra RMU dan posko RSA Babaung ketika terdapat titik panas.

“Almarhum meninggal dunia karena serangan jantung. Adapun untuk kegiatan karhutla, almarhum hanya kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutla, kemudian ke mitra RMU dan ke posko RSA Babaung,” ujar Fahrujiansyah, Sabtu (29/8).

Fahrujiansyah mengatakan, saat itu terdapat satu titik panas di Desa Babirah. Almarhum sempat mengikuti kegiatan terkait kondisi tersebut.

Namun, almarhum tidak melakukan pemadaman secara langsung.

Camat juga menyebut telah meminta almarhum beristirahat dan menjalani pengobatan secara serius karena mengetahui kondisi kesehatannya.

“Waktu itu ada satu titik di Desa Babirah dan almarhum saya suruh istirahat serta berobat secara serius,” katanya.
Setelah itu, almarhum meninggal dunia di kediamannya di Jalan Nyai Enat, Sampit.

Fahrujiansyah menegaskan, almarhum tidak meninggal di lokasi karhutla maupun ketika sedang melakukan penanganan kebakaran.

Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Sebab, almarhum memang sebelumnya mengikuti kegiatan sosialisasi dan pemantauan karhutla, tetapi meninggal dunia bukan karena aktivitas penanganan karhutla.
(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami