KLIK.SAMPIT – Kemarau panjang membuat debit Sungai Mentaya di Desa Tanjung Bantur, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyusut.
Kondisi itu membuat sejumlah bagian tepian sungai yang biasanya terendam air kini terbuka. Hamparan pasir terlihat memanjang di sepanjang tepian dan membentuk garis pantai kecil.
Pemandangan tersebut menarik perhatian warga. Sejumlah masyarakat datang ke tepian sungai untuk melihat kondisi air yang surut sekaligus menikmati hamparan pasir yang muncul.
Menjelang sore, warga terlihat duduk santai di tepian sungai. Anak-anak juga memanfaatkan bagian pasir yang terbuka sebagai tempat bermain.
Rumah warga dan sejumlah kelotok yang bersandar turut menjadi bagian dari pemandangan di tepian Sungai Mentaya.
Warga setempat, Marni, mengatakan penyusutan debit air cukup terlihat dibandingkan kondisi biasanya. Bagian tepian yang sebelumnya tertutup air kini dipenuhi pasir.
“Memang air Sungai Mentaya sedang surut. Bagian tepian yang biasanya tertutup air sekarang sudah banyak pasirnya, sehingga warga datang untuk melihat, bersantai, dan menikmati suasananya,” kata Marni, Minggu (30/8).
Menurutnya, surutnya air juga membuat sejumlah bagian tepian sungai yang sebelumnya sulit dijangkau menjadi terlihat. Warga dapat mengamati kondisi tepian dan bagian sungai yang biasanya berada di bawah permukaan air.
Meski debit air menyusut, kehidupan di sungai masih terlihat. Sejumlah ikan masih ditemukan di bagian sungai yang memiliki genangan lebih dalam.
“Di sisi lain, di wilayah ini juga banyak ikan, seperti ikan toman dan biawan,” ujarnya.
Bagi masyarakat Tanjung Bantur, Sungai Mentaya memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari. Perubahan debit air akibat musim kemarau pun turut dirasakan warga.
Warga berharap kemarau tidak berlangsung terlalu lama. Hujan yang kembali turun secara normal diharapkan dapat meningkatkan debit Sungai Mentaya sehingga hamparan pasir yang kini terlihat kembali terendam. (KLIK-RED)