KLIK.SAMPIT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 5, Sampit-Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diperkuat dengan pengerahan alat berat.
Dua ekskavator diturunkan untuk membuat kanal dan sekat bakar sekaligus membuka akses menuju area yang sulit dijangkau petugas, Selasa (1/9).
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, alat berat tersebut difokuskan untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan rawan, termasuk sekitar Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Sampit.
“Hari ini kita turunkan dua alat berat berupa ekskavator. Pertama untuk membuat kanal dan sekat bakar, kemudian juga membuat jalan bagi petugas pemadam supaya mereka lebih mudah masuk ke daerah-daerah yang agak ke dalam,” kata Halikinnor.
Menurutnya, akses yang dibuka menggunakan ekskavator nantinya juga dapat difungsikan sebagai kanal dan sekat bakar. Langkah tersebut diharapkan mampu menghambat pergerakan api agar tidak meluas.
Kanal juga direncanakan dibuat mengelilingi kawasan KKOP Bandara Sampit. Pemerintah memperkuat perlindungan kawasan tersebut karena asap dan karhutla berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan jika mendekati bandara.
Selain membuat kanal dan sekat bakar, pemerintah menyiapkan sumber air di sekitar lokasi rawan kebakaran.
Halikinnor menyebut, lahan dengan kondisi lebih rendah akan dimanfaatkan untuk membuat tempat penampungan air. Sumber tersebut nantinya dapat digunakan petugas untuk mendukung proses pemadaman.
Dukungan armada tangki juga terus diperkuat. Setelah status penanganan karhutla ditingkatkan, sekitar 38 kendaraan dikerahkan setiap hari untuk mendistribusikan air ke sejumlah lokasi.
Kotim juga mendapat tambahan 10 unit kendaraan tangki air. Sebanyak tujuh unit diarahkan untuk memperkuat posko, sedangkan tiga unit lainnya diperbantukan ke Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan Kota Besi.
“Kita tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga harus memperkuat penanganan dari darat. Kanal dan sekat bakar harus dibuat, akses petugas dibuka, dan kalau ada kawasan yang rendah kita gali untuk tempat penampungan air,” ujarnya.
Pemerintah berharap kombinasi pengerahan alat berat, pembukaan akses, pembangunan sekat bakar, serta penambahan armada air dapat mempercepat respons petugas terhadap karhutla.
Pemantauan juga terus dilakukan di kawasan rawan, termasuk sekitar Bandara Sampit dan lokasi yang sulit dijangkau, guna mencegah api kembali meluas. (KLIK-RED)