KLIK.PALANGKA RAYA – Kebijakan pembelajaran di tengah kabut asap Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi sorotan setelah potongan video rapat Dinas Pendidikan Kalteng beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Muhammad Reza Prabowo terkait dampak kebijakan sekolah terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perdebatan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Reza menegaskan pemerintah tidak pernah menempatkan keberlangsungan program MBG di atas keselamatan peserta didik.
Menurutnya, kondisi kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pendidikan selama kabut asap.
“Oh tentu, tentu. Kita harus mengutamakan keselamatan. Makanya Bapak Gubernur langsung membuat surat edaran tersebut,” tegas Reza, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, kondisi kabut asap tidak selalu sama dan dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah perlu melihat perkembangan kualitas udara sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pembelajaran.
“Kemarin sudah dalam proses analisa, karena kan yang namanya kabut asap, mungkin ini cerah. Kayak kemarin itu kita lihat, tiba-tiba kabutnya hilang. Terus nanti ada kabut lagi,” jelasnya.
Menurut Reza, kondisi tersebut membuat pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan kebijakan. Keputusan yang diambil harus menyesuaikan kondisi di lapangan dan tetap mengutamakan perlindungan terhadap peserta didik.
Ia juga menegaskan pembahasan mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pelaksanaan MBG belum final dalam satu kali rapat.
Menurutnya, masih terbuka ruang untuk melakukan pembahasan dan evaluasi lanjutan sesuai perkembangan kondisi.
“Waktu itu lama sekali kita juga mendengarkan aspirasi dan itu belum akhir dari rapat itu. Bisa ada lagi diskusi yang lebih lanjut terkait dengan MBG itu, terkait dengan PJJ-nya,” ujarnya.
Reza menambahkan, arahan pemerintah mengenai pembelajaran di tengah kondisi kabut asap telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk dilaksanakan sesuai surat edaran yang berlaku.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) juga telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan program MBG di satuan pendidikan di Kalteng.
“Dan hari ini juga sudah ada SE dari BGN terkait dengan pelaksanaan MBG di setiap satuan pendidikan yang ada di Kalimantan Tengah. Nanti silakan dikonfirmasi dengan Kepala Koordinator Wilayah yang ada di Kalimantan Tengah,” katanya.
Reza mengatakan kondisi kabut asap memang dinamis. Saat cuaca membaik, kabut dapat berkurang atau menghilang. Namun, kondisi tersebut dapat berubah dan kabut kembali muncul.
Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menetapkan kebijakan. Mulai dari kualitas udara, keselamatan siswa, keberlangsungan pembelajaran hingga pelaksanaan program MBG.
“Kita harus membuat suatu kebijakan harus banyak dengan pemeriksaan,” ujarnya.
Reza memastikan keselamatan peserta didik tetap menjadi prioritas dalam kebijakan pendidikan selama kondisi kabut asap.
Sementara pelaksanaan MBG akan mengikuti ketentuan pemerintah dan menyesuaikan kondisi di masing-masing satuan pendidikan. (KLIK-RED)