Home Peristiwa Dramatis! Induk Orangutan Terjebak Karhutla di Hutan Kota Sampit, Ternyata Bawa Anak

Dramatis! Induk Orangutan Terjebak Karhutla di Hutan Kota Sampit, Ternyata Bawa Anak

  Sugianto   | Kamis , 03 September 2026
19ce4210de14d3b70188ca77205dd2c4.jpg
Petugas saqt mengevakuasi orangutan beaerta anaknya di hutan kota Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (3/9) malam. (BKSDA Resort Sampit)

KLIK.SAMPIT – Evakuasi seekor orangutan yang terjebak di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Kota Sampit berlangsung dramatis, Rabu (2/9) malam.

Satwa dilindungi itu awalnya hanya terlihat bertahan di atas pohon di kawasan Jalan Sawit Raya, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Di bawah pohon, lahan gambut bekas terbakar masih mengeluarkan asap. Kondisi tersebut membuat orangutan bertahan di atas pohon selama berjam-jam.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah yang melakukan pemantauan sejak siang awalnya hanya mengetahui keberadaan satu orangutan.

Namun, fakta berbeda terungkap saat proses evakuasi dilakukan malam hari. Orangutan tersebut ternyata merupakan induk yang membawa anak.

Induk orangutan itu bernama Raya. Satwa betina tersebut diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dengan berat 29 kilogram. Sementara anaknya diberi nama Rayu, betina yang diperkirakan berusia sekitar satu tahun.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, mengatakan laporan mengenai keberadaan orangutan diterima petugas sekitar pukul 11.00 WIB.

Laporan tersebut disertai video dari warga yang memperlihatkan orangutan berada di atas pohon di kawasan yang terdampak karhutla.

“Orangutan pertama kali terlihat oleh anggota TNI di atas pohon, tepat di kawasan yang lahannya terbakar,” kata Muriansyah.

Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. Dari hasil pemantauan, orangutan masih berada di pohon yang sama dan tidak berpindah.

Petugas menduga kondisi lahan di sekitar lokasi yang sudah terbakar dan masih mengeluarkan asap membuat satwa tersebut enggan turun.

Karena kondisi medan cukup berisiko, petugas memilih terus memantau keberadaan orangutan sembari menunggu tim rescue dari Pangkalan Bun.

Sekitar pukul 20.30 WIB, tim rescue tiba di lokasi. Proses evakuasi kemudian dilakukan pada malam hari dengan bantuan alat penerangan yang telah disiapkan petugas BKSDA Resort Sampit.

Saat proses pembiusan dilakukan, petugas baru mengetahui bahwa orangutan tersebut ternyata bersama anaknya.

“Ketika proses pembiusan, baru diketahui bahwa orangutan tersebut ternyata memiliki anak,” demikian keterangan dalam laporan resmi pelaksanaan rescue BKSDA Kalimantan Tengah.

Petugas kemudian memastikan anak orangutan tersebut turut diamankan bersama induknya. Raya dan Rayu selanjutnya dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk menjalani pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi fisik keduanya secara umum normal dan sehat. Petugas juga tidak menemukan luka bakar maupun luka akibat tembakan.
Setelah proses penyelamatan dan pemeriksaan selesai, tim meninggalkan lokasi sekitar pukul 22.40 WIB dan kembali menuju Pangkalan Bun.

Operasi penyelamatan melibatkan tiga petugas Pos BKSDA Sampit, yakni Muriansyah, Juhriansyah dan Riska. Tim juga mendapat dukungan empat personel dari Orangutan Foundation International (OFI).

Keberhasilan evakuasi Raya dan Rayu menjadi gambaran nyata dampak karhutla terhadap satwa liar. Ketika habitatnya terbakar dan lahan di sekitarnya masih berasap, keduanya terpaksa bertahan di atas pohon hingga akhirnya berhasil diselamatkan pada malam hari.
(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami