KLIK.SAMPIT – Karhutla di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menghanguskan lahan dan kebun warga. Seekor trenggiling ditemukan mati dengan tubuh hangus di kawasan hutan Desa Terantang Hilir, Kecamatan Seranau.
Satwa tersebut ditemukan warga setelah kawasan itu dilanda kebakaran. Tubuh trenggiling dalam kondisi mengenaskan dengan sebagian besar bagian tubuh mengalami luka bakar hingga hangus.
Warga setempat, Wildan, mengatakan trenggiling ditemukan sudah tidak bernyawa di kawasan yang terdampak karhutla.
"Kami menemukan trenggiling mati di Terantang Hilir karena karhutla," ujar Wildan saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9).
Menurutnya, kebakaran di wilayah tersebut juga menghanguskan sejumlah kebun warga. Luasan lahan yang terbakar disebut mencapai puluhan hektare.
Kondisi lahan yang kering dan angin kencang membuat api cepat merambat melalui semak dan vegetasi. Kobaran api kemudian menjalar ke kawasan yang menjadi habitat satwa liar.
"Sudah banyak kebun warga yang terbakar di sini. Hewan juga ikut menjadi korban," katanya.
Wildan menyebut kawasan Terantang Hilir masih menjadi habitat trenggiling. Karena itu, ia menduga masih ada satwa lain yang terdampak kebakaran.
"Memang di sini habitat trenggiling. Kemungkinan masih ada hewan lain yang mati akibat kebakaran," ujarnya.
Temuan tersebut menunjukkan dampak karhutla terhadap ekosistem. Kebakaran tidak hanya merusak lahan dan perkebunan, tetapi juga mengancam satwa liar yang hidup di dalamnya.
Terlebih, trenggiling merupakan satwa yang memiliki pergerakan relatif lambat. Ketika api menyebar dengan cepat, satwa tersebut berisiko kesulitan menyelamatkan diri dari kepungan api.
Camat Seranau Dwi Kushendro mengatakan bangkai trenggiling kemudian dibawa oleh Komunitas Pencinta Reptil Sampit setelah ditemukan warga.
"Saat ditemukan kondisinya sudah mati. Bangkai trenggiling kemudian dibawa oleh pencinta reptil," kata Dwi.
Karhutla di kawasan tersebut kini menjadi perhatian karena selain mengancam lahan warga, kebakaran juga berpotensi merusak habitat dan mengurangi populasi satwa liar.
Warga berharap upaya pemadaman dan pengendalian karhutla terus dilakukan agar api tidak semakin meluas serta korban dari masyarakat dan satwa liar dapat diminimalkan. (KLIK-RED)