KLIK.SAMPIT – Kabar baik datang dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah beberapa pekan dilanda cuaca panas dan kering, hujan mulai mengguyur Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Sabtu (5/9) sore.
Hujan turun sekitar pukul 16.00 WIB di sekitar Jalan Tjilik Riwut. Guyuran air membuat badan jalan yang sebelumnya kering mulai basah.
Seorang warga, Mely, mengatakan hujan turun saat dirinya melintas dalam perjalanan pulang dari Kereng Pangi.
“Sekitar jam 4 lewat, sore pas kami pulang dari Kereng. Hujannya membuat jalanan basah,” ujar Mely.
Hujan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat. Terlebih, Kotim masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang relatif kering.
Mely berharap hujan tidak hanya mengguyur Pundu, tetapi meluas ke wilayah lain di Kotim.
“Mudahan Kotim akan diguyur hujan merata. Biar jalan tidak berdebu dan karhutla juga cepat padam,” harapnya.
Meski demikian, hujan yang turun di Pundu belum menunjukkan bahwa kondisi seluruh wilayah Kotim telah berubah. Guyuran hujan masih bersifat lokal sehingga kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan.
Sebelumnya, Prakirawan BMKG H Asan Sampit, Mitra Hutauruk, menyampaikan Kotim memiliki peluang hujan lokal hingga hujan ringan pada 7-8 September 2026.
Menurutnya, peluang tersebut dipengaruhi pola angin konfluensi yang dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Untuk tanggal 7 dan 8 ada peluang hujan lokal dan hujan ringan untuk Kotim,” kata Mitra.
Namun, hujan diperkirakan tidak turun merata. Masyarakat tetap diminta waspada karena kondisi kering masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Guyuran hujan di Pundu setidaknya menjadi secercah harapan. Warga berharap hujan terus meluas dan membantu membasahi lahan-lahan yang masih kering sehingga potensi karhutla dapat ditekan. (KLIK-RED)