Home Peristiwa Intrusi Air Laut Mengarah ke Pelangsian, Perumdam Ingatkan Pelanggan Sampit

Intrusi Air Laut Mengarah ke Pelangsian, Perumdam Ingatkan Pelanggan Sampit

  Redaksi   | Rabu , 09 September 2026
b51add696c5a55abc24cb1156e0b2212.jpg
Penyaluran air bersih di wilayah selatan Kotawarinmgin Timur, beberapa waktu lalu saat krisis air bersih. (Dokumentasi Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berdampak terhadap sejumlah sumber air baku Perumdam Tirta Mentaya.

Intrusi air laut mulai masuk ke wilayah Samuda dan Bagendang. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas air yang diproduksi Perumdam.

Kepala Bidang Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, mengatakan air yang terdampak intrusi dapat mengalami perubahan rasa menjadi asin atau payau.

“Memang untuk wilayah  Sampit belum. Kalau di daerah Samuda (Mentaya Hilir Selatan) dan Bagendang (Mentaya Hilir Utara) sudah berubah menjadi payau. Pelangsian juga siap-siap,” kata Edy, Rabu (9/9).

Selain Samuda, Perumdam memantau sumber air baku di Bagendang yakni di Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pipa intake di wilayah tersebut masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan.

Namun, kondisi sumber air baku terus dipantau. Jika intrusi air laut semakin kuat, operasional pipa intake tersebut dapat dihentikan.

“Sementara kami masih operasi. Namun kemungkinannya satu atau dua hari ini bakal setop operasi,” ujarnya.

Edy memperkirakan penghentian operasional bisa dilakukan dalam satu hingga dua hari apabila kondisi air baku semakin terdampak.

 Perumdam menyebut kondisi tersebut sangat dipengaruhi perkembangan kemarau. Jika hujan belum turun dalam waktu yang cukup lama, intrusi air laut berpotensi bergerak lebih jauh.

Bahkan, jika hujan tidak turun hingga Oktober, intrusi air laut dikhawatirkan mencapai wilayah Pelangsian dan bergerak ke arah Sampit.

Meski saat ini Sampit belum terdampak, pelanggan diminta mulai mengantisipasi kondisi tersebut. Salah satunya dengan menghemat penggunaan air bersih.

Masyarakat juga diimbau menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan menghindari pemborosan.

Perumdam Tirta Mentaya terus memantau kondisi sumber air baku di sejumlah wilayah. Pemantauan dilakukan sebagai dasar menentukan langkah operasional untuk menjaga produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami