KLIK. SAMPIT — Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali berada dalam kepungan kualitas udara buruk. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di daerah ini mencapai 416 dan masuk kategori berbahaya.
Angka tersebut menempatkan Kotim di peringkat kelima dalam daftar 10 wilayah dengan ISPU tertinggi di Indonesia berdasarkan data pemantauan yang ditampilkan.
Kotim berada di bawah Pontianak Tenggara yang mencatat ISPU 1.159, Kabupaten Gunung Mas 794, Kabupaten Barito Selatan Sanggu 682, dan Kabupaten Barito Kuala 447.
Dominasi wilayah Kalimantan dalam daftar tersebut memperlihatkan seriusnya persoalan pencemaran udara di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain Kotim, sejumlah wilayah Kalimantan Tengah juga mencatat kualitas udara pada level mengkhawatirkan. Mobile AQMS BPBD Provinsi Kalteng mencatat ISPU 321. Sementara Kabupaten Kapuas berada di angka 298 dan Kabupaten Murung Raya 263.
Di Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya Kapuas juga tercatat memiliki ISPU 337. Sementara satu wilayah di Sumatera, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, mencatat ISPU 203.
Berdasarkan kategori ISPU, nilai lebih dari 300 masuk kategori berbahaya. Kondisi ini menunjukkan pencemaran udara yang dapat menimbulkan dampak kesehatan serius pada masyarakat.
Sementara ISPU 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat. Pada level tersebut, paparan pencemar dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah kelompok masyarakat.
Tingginya ISPU Kotim menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla yang masih mengancam sejumlah wilayah. Asap kebakaran dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan paparan polutan bagi masyarakat.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kebakaran. Asap dapat terbawa angin dan menyelimuti kawasan permukiman, fasilitas publik, hingga jalur transportasi.
Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara berada pada kategori berbahaya. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok rentan, serta paparan asap perlu diminimalkan.
Masuknya Kotim dalam lima besar wilayah dengan ISPU tertinggi secara nasional menjadi alarm bahwa persoalan karhutla telah berkembang menjadi persoalan kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Penanganan karhutla pun tidak cukup hanya mengejar titik api. Pengendalian sumber asap dan perlindungan masyarakat dari paparan polutan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut. (KLIK-RED)