Home Peristiwa Hujan Turun di Sampit, Warga Berharap Karhutla dan Kabut Asap Segera Reda

Hujan Turun di Sampit, Warga Berharap Karhutla dan Kabut Asap Segera Reda

  Sugianto   | Minggu , 13 September 2026
502fbdfbc5e24f1b8e6566eb4afea9f2.jpg
Hujan di wilayah Kecamatan Baamang, Minggu sore (13/8).( Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Hujan mengguyur sejumlah kawasan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (13/9) sore.

Hujan terpantau turun di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Guyuran air dari langit itu langsung disambut lega warga setelah beberapa hari terakhir Sampit dilanda kabut asap.

Warga berharap hujan tersebut dapat membantu memperbaiki kualitas udara sekaligus membasahi lahan yang masih kering dan berpotensi terbakar.
Warga Baamang, Susi, mengaku bersyukur hujan akhirnya turun. Ia berharap kondisi tersebut menjadi awal membaiknya udara di Sampit.

“Alhamdulillah, ada hujan lumayan. Semoga hujan ini membawa kebaikan dan asap segera berkurang,” ujar Susi.

Ia juga berharap hujan kembali turun dengan intensitas lebih lama sehingga dapat membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Semoga hujannya bisa lama dan turun lagi. Mudah-mudahan karhutla cepat reda dan asapnya tidak kembali,” harapnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Alfa Centauri K., mengatakan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Kotim kemungkinan berkaitan dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Untuk hari ini kemungkinan besar karena operasi modifikasi cuaca, karena rute modifikasi cuaca mencakup Katingan, Seruyan dan Kotawaringin Barat,” jelas Alfa.

Namun, hujan tersebut belum berarti Sampit akan memasuki periode hujan berkelanjutan. BMKG memprakirakan cuaca di wilayah tersebut dalam tiga hari ke depan cenderung cerah hingga berawan.

“Untuk tiga hari ke depan tidak ada potensi hujan, hanya cerah hingga berawan,” imbuhnya.

Sebelum hujan turun, kondisi udara di Sampit sempat kembali memburuk. Pada Minggu siang, langit terlihat kelabu dan matahari tidak tampak jelas.

Pemandangan di kawasan Sungai Mentaya juga terlihat samar akibat pekatnya udara.

Warga Seranau, Samsul, mengatakan kondisi berkabut tersebut sudah dirasakan selama beberapa hari. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, sinar matahari masih terlihat tidak jelas.

Turunnya hujan pun menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya harus beraktivitas di tengah kondisi udara berkabut.

Meski demikian, hujan yang turun sesaat belum dapat menjadi jaminan karhutla langsung berakhir. Dengan prakiraan cuaca yang kembali cerah hingga berawan dalam beberapa hari ke depan, potensi lahan kembali kering dan terbakar masih perlu diwaspadai.

Bagi warga Sampit, hujan Minggu sore setidaknya memberikan sedikit kelegaan. Mereka berharap hujan kembali turun sehingga kabut asap berkurang dan karhutla di Kotim segera mereda. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami