KLIK.SAMPIT – Seekor bekantan terlihat seorang diri di tepi jalan kawasan Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (13/9).
Kemunculan satwa endemik Kalimantan tersebut menarik perhatian warga. Bekantan itu terlihat berada di atas pohon tidak jauh dari badan jalan.
Kemunculannya diabadikan Rini Al Rasyid melalui foto dan video. Ia mengaku baru pertama kali melihat bekantan dari jarak dekat dalam kondisi sendirian.
Rini mengatakan, bekantan tersebut ditemuinya sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, ia sempat berhenti dan memberikan makanan sebelum melanjutkan perjalanan.
Saat kembali melintas sekitar pukul 14.00 WIB, ia melihat sejumlah titik kebakaran lahan di sepanjang jalan sekitar lokasi kemunculan bekantan.
Kemunculan bekantan tersebut mendapat perhatian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan pihaknya belum menerima laporan langsung mengenai keberadaan bekantan tersebut.
Meski begitu, ia menjelaskan kawasan Ujung Pandaran memang merupakan habitat bekantan dan lutung abu-abu.
"Memang, di daerah Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit ada habitat bekantan dan lutung abu-abu. Kalau melihat foto dan video, sepertinya ini di wilayah tepi jalan raya," kata Muriansyah, Senin (14/9).
Muriansyah meminta masyarakat tidak panik jika menemukan bekantan di sekitar jalan maupun permukiman. Warga juga diminta tidak mendekati, menangkap, atau mengganggu satwa tersebut.
"Tolong jangan diganggu. Jangan berusaha untuk menangkap atau melukai bekantan," tegasnya.
Menurutnya, bekantan pada dasarnya tidak menyerang manusia selama tidak diganggu atau merasa terancam.
"Sebenarnya, bekantan tidak berbahaya dan tidak menyerang," ujarnya.
Meski demikian, Muriansyah mengingatkan warga agar tidak mencoba menangkap bekantan secara manual.
Satwa tersebut memiliki taring yang dapat menyebabkan luka serius apabila merasa terancam.
"Dan sangat berbahaya menangkap bekantan dengan cara manual. Taring yang dimilikinya bisa membuat luka serius pada manusia," jelasnya.
Sementara itu, foto dan video yang beredar sempat disebut diambil di sekitar penginapan Pantai Ujung Pandaran. Namun, BKSDA belum pernah menerima laporan kemunculan bekantan di sekitar kawasan penginapan tersebut.
Muriansyah menyebut lokasi yang sebelumnya pernah dilaporkan menjadi tempat kemunculan bekantan berada di sisi jalan sebelum memasuki kawasan Ujung Pandaran.
Di kawasan tersebut terdapat vegetasi mangrove dan nipah yang menjadi habitat bekantan.
Berdasarkan foto dan video yang beredar, Muriansyah memperkirakan bekantan tersebut merupakan individu jantan.
Ia menjelaskan, bekantan umumnya hidup secara berkelompok. Kemunculan seekor pejantan seorang diri dapat terjadi karena berbagai kondisi.
Salah satu kemungkinannya, individu tersebut kalah bersaing dengan pejantan lain sehingga terpisah atau terusir dari kelompoknya.
"Bisa saja bekantan tersebut merupakan pejantan yang kalah bersaing dari pejantan lainnya dan akhirnya terusir dari kelompoknya," pungkasnya. (KLIK-RED)