Home Peristiwa Hotspot Karhutla Kotim Tertinggi di Kalteng, Ribuan Titik Terpantau hingga September

Hotspot Karhutla Kotim Tertinggi di Kalteng, Ribuan Titik Terpantau hingga September

  Sugianto   | Senin , 14 September 2026
b9d007ad581d4c91ee20692d1d91e2ca.jpg
Salah satu kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Timur yang terjadi malam hari. (Disdamkarmat Kotim)

KLIK.SAMPIT – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Tengah hingga September 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah, tercatat 21.384 hotspot di Kotim sepanjang periode Januari hingga 11 September 2026.

Selain jumlah hotspot yang tinggi, Kotim juga mencatat 590 kejadian karhutla dengan luas kejadian mencapai 2.524 hektare.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk jumlah hotspot dan luas kejadian dibandingkan kabupaten dan kota lain dalam infografis akumulasi karhutla BPBD Kalteng.

Kabupaten Kapuas berada di bawah Kotim dengan 18.932 hotspot, 252 kejadian dan luas 778,5 hektare.

Sementara Palangka Raya tercatat memiliki 16.045 hotspot dengan 601 kejadian dan luas 542 hektare.

Secara keseluruhan, BPBD Kalteng mencatat 111.084 hotspot di seluruh wilayah provinsi hingga 11 September 2026. Jumlah kejadian karhutla mencapai 3.044 kejadian dengan akumulasi luas 9.658,64 hektare.

Tingginya aktivitas karhutla tersebut turut berdampak terhadap kondisi udara di sejumlah wilayah Kotim, termasuk Sampit.

Pada Senin (14/9), kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di kota. Kondisi tersebut membuat suasana di beberapa lokasi tampak berkabut dan jarak pandang ikut terpengaruh.

Salah seorang warga Sampit, Saleh, mengatakan kondisi asap dalam beberapa hari terakhir cukup tebal.

“Memang beberapa hari terakhir kondisi asap di Sampit sekarang cukup tebal. Pandangan terlihat samar, terutama ketika asap mulai menyelimuti kawasan,” ujar Saleh.

Menurutnya, masyarakat kembali harus lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah.

“Kami berharap kebakaran lahan bisa segera ditangani dan asapnya cepat berkurang. Masyarakat tentu ingin kondisi udara kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu,” katanya.

Penanganan karhutla di Kalteng melibatkan sekitar 10.700 personel. Dukungan udara yang tercatat dalam data BPBD terdiri atas enam unit helikopter dan satu unit pesawat untuk kegiatan penanganan serta patroli.

Selain pemadaman dan patroli, penegakan hukum juga menjadi bagian dari penanganan karhutla. BPBD Kalteng mencatat 32 penegakan hukum terkait kejadian karhutla.

Data tersebut menunjukkan tantangan pengendalian karhutla di Kotim masih cukup besar. Tingginya jumlah hotspot dan luas kejadian berjalan beriringan dengan dampak yang dirasakan masyarakat, salah satunya kabut asap yang masih menyelimuti Sampit.

Penanganan karhutla pun tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga upaya mencegah meluasnya kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami