KLIK.SAMPIT – Kabar duka datang dari Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang warga bernama Nur Rahmat meninggal dunia setelah sebelumnya ikut membantu masyarakat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendekati permukiman.
Camat Kota Besi Dedy Jauhari membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, almarhum telah dimakamkan pada Selasa (15/9).
“Benar, sudah dimakamkan,” ujar Dedy saat dikonfirmasi.
Sebelum meninggal dunia, Nur Rahmat diketahui ikut membantu warga memadamkan api pada Senin malam. Saat itu, kebakaran dari arah belakang kampung disebut cukup besar dan mulai mendekati permukiman.
Warga kemudian bergotong royong melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah.
Jakaria, warga setempat, mengatakan Nur Rahmat menjadi salah satu warga yang turun langsung membantu pemadaman. Kebun sawit milik almarhum di sekitar lokasi juga disebut terdampak kebakaran.
“Beliau ikut membantu memadamkan api dari belakang kampung. Malam itu apinya cukup besar dan jaraknya sudah tinggal beberapa puluh meter dari rumah warga. Masyarakat akhirnya bersama-sama turun supaya api tidak sampai ke permukiman,” kata Jakaria.
Setelah api berhasil dikendalikan, warga meninggalkan lokasi pemadaman. Nur Rahmat kemudian pulang ke rumah untuk beristirahat.
Menurut keterangan istrinya kepada warga, setelah berada di rumah, almarhum sempat mengeluhkan sesak napas dan sakit kepala.
“Setelah pulang dari pemadaman, beliau sempat bilang sesak napas dan kepalanya sakit. Setelah itu beliau tidur-tiduran di rumah,” ujar Jakaria.
Sekitar pukul 04.00 WIB, istrinya terbangun dan mendapati Nur Rahmat dalam kondisi tidak bergerak. Keluarga kemudian dipanggil untuk memastikan kondisinya.
Sekitar pukul 06.00 WIB, almarhum dinyatakan telah meninggal dunia.
Kepergian Nur Rahmat mengejutkan warga. Beberapa jam sebelumnya, ia masih terlihat bersama masyarakat membantu mengendalikan kebakaran yang mengancam permukiman.
“Awalnya kami juga tidak menyangka. Sebelumnya beliau tidak diketahui sedang sakit. Keluhannya hanya sesak napas dan sakit kepala setelah pulang dari pemadaman,” tutur Jakaria.
Jenazah Nur Rahmat kemudian dimakamkan pada Selasa sekitar pukul 11.00 WIB.
Di sisi lain, ancaman karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Kota Besi. Dedy menyebut titik api masih ditemukan di Palangan, Kandan, Camba, Soren, Simpur hingga Hanjalipan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat masih harus menghadapi ancaman kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
Hingga kini, belum ada keterangan yang memastikan penyebab meninggalnya Nur Rahmat. Keluhan sesak napas dan sakit kepala memang muncul setelah almarhum membantu pemadaman, tetapi kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematiannya. (KLIK-RED)