KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Kompleks Perumahan CMDP, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur (Kotim), juga berdampak pada satwa liar.
Saat membantu memadamkan api, warga menemukan bangkai ular sanca, telur ular kobra, serta seekor ular yang masih hidup di sekitar lokasi kebakaran, Senin (14/9).
Warga setempat, Awil, mengatakan temuan tersebut terjadi ketika dirinya bersama warga lain berupaya memadamkan api yang membakar lahan.
“Waktu ikut memadamkan api, kami menemukan bangkai ular sanca. Kami juga menemukan telur kobra dan ada satu ekor sanca yang masih hidup,” ujar Awil, Selasa (15/9).
Menurut Awil, warga harus meningkatkan kewaspadaan saat berada di lokasi karhutla. Api dan asap membuat kondisi di sekitar lahan sulit dipantau, sementara satwa yang habitatnya terganggu bisa keluar dari tempat persembunyiannya.
Salah satu ular yang masih hidup bahkan terlihat bergerak menjauh saat warga mendekat. Awil menyebut ular tersebut diduga kobra dengan ukuran cukup besar.
“Kobranya cukup besar dan sempat lari ketika kami dekati. Jadi kami tidak berani mengejar atau menangkapnya,” katanya.
Temuan ular dan telur tersebut membuat warga di sekitar lokasi semakin waspada. Terlebih, lahan yang terbakar berada dekat kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat.
Warga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau mendekati ular yang ditemukan di sekitar lokasi kebakaran. Jika merasa terancam, satwa tersebut dapat membahayakan orang yang berada di dekatnya.
Penanganan satwa liar yang ditemukan di lokasi karhutla juga dinilai perlu melibatkan pihak yang memiliki kemampuan menangani reptil.
Karhutla di kawasan CMDP tidak hanya menyebabkan lahan terbakar. Kebakaran juga mengganggu habitat satwa liar yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Hingga Selasa (15/9), titik api masih terlihat di sekitar lokasi. Warga yang membantu pemadaman maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut diminta tetap berhati-hati terhadap kemungkinan munculnya satwa liar.
(KLIK-RED)