KLIK.SAMPIT – Pawai pembangunan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) batal digelar tahun ini. Pemerintah daerah berencana mengalihkannya ke momentum Hari Jadi Kotim pada 2027.
Pawai yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8) tersebut dibatalkan karena kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih terjadi di Kotim.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kesiapan peserta. Pemerintah daerah tidak ingin memaksakan kegiatan yang melibatkan banyak orang ketika situasi belum mendukung.
“Pawai pembangunan HUT RI tahun ini kita batalkan karena kondisi karhutla. Untuk pelaksanaannya nanti kita pertimbangkan kembali pada momentum Hari Jadi Kotim, tentunya setelah melihat kondisi di lapangan,” kata Halikinnor, Selasa (15/9).
Menurutnya, kabut asap juga berdampak terhadap persiapan peserta. Kendaraan hias dan berbagai perlengkapan pawai membutuhkan persiapan yang tidak bisa dilakukan secara maksimal di tengah kondisi karhutla.
“Kalau dipaksakan sekarang tentu tidak maksimal. Kabut asap masih menjadi kendala dan orang juga tidak bisa mempersiapkan kendaraan dengan baik. Kalau hanya sekadar dilaksanakan tanpa persiapan, hasilnya juga tidak maksimal,” ujarnya.
Pawai pembangunan selama ini menjadi salah satu agenda daerah yang melibatkan masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD). Peserta biasanya menampilkan kendaraan hias serta berbagai kreativitas dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.
Namun, kondisi karhutla membuat Pemkab Kotim memilih memprioritaskan penanganan bencana. Upaya pemadaman dan penanganan dampak kabut asap dinilai lebih penting dibandingkan menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa.
Halikinnor menyebut momentum Hari Jadi Kotim 2027 menjadi salah satu opsi untuk kembali menggelar pawai pembangunan. Meski demikian, pelaksanaannya tetap akan melihat perkembangan kondisi daerah saat itu.
Pemkab Kotim juga belum menetapkan secara pasti tanggal maupun konsep pawai yang akan digelar pada 2027. Persiapan dan keputusan pelaksanaan akan disesuaikan dengan kondisi serta situasi di lapangan.
Pemerintah berharap ketika pawai kembali digelar, kondisi karhutla dan kualitas udara sudah membaik sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan persiapan yang lebih matang dan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat. (KLIK-RED)