KLIK.SAMPIT – Hujan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (17/9) pagi. Guyuran hujan disambut lega warga setelah daerah ini beberapa waktu terakhir dilanda cuaca panas dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga berharap hujan tersebut dapat membasahi lahan yang kering sekaligus membantu memadamkan titik api yang masih tersisa.
Di Kecamatan Baamang, hujan turun dalam dua sesi. Magda, warga setempat, menyebut hujan pertama berlangsung singkat, kemudian kembali turun dengan durasi lebih lama.
“Sekali hujannya turun tidak lama, terus disusul lagi hujan kedua agak lama. Alhamdulillah,” ujarnya.
Hujan juga mengguyur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dimas, warga setempat, berharap kondisi tersebut membantu mengakhiri karhutla dan memperbaiki kualitas udara.
“Hujan juga di wilayah Ketapang. Mudahan karhutla segera berakhir,” harapnya.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Seranau. Hujan disebut turun cukup lebat meski durasinya relatif singkat.
“Hujan, walau durasinya pendek tapi lebat. Mudahan karhutla padam,” ungkap seorang warga.
Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Alfa Centauri K., membenarkan hujan turun di Kota Sampit pada Kamis pagi.
“Alhamdulillah pagi ini Kota Sampit diguyur hujan ringan,” kata Alfa.
Menurutnya, potensi hujan pada pagi hari terdapat di Telaga Antang, Baamang, dan Mentawa Baru Ketapang. Hujan juga berpotensi meluas ke sejumlah wilayah lain, seperti Cempaga, Antang Kalang, Seranau, Bukit Santuai, hingga Tualan Hulu.
Alfa menjelaskan, kondisi atmosfer turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Salah satunya dipengaruhi adanya belokan angin yang membuat pergerakan massa udara melambat.
“Adanya belokan angin mengakibatkan melambatnya massa udara dan membuat pertumbuhan awan menjadi lebih signifikan yang dapat menghasilkan awan hujan,” jelasnya.
Hujan pagi ini menjadi kabar yang dinanti warga Kotim, terutama di tengah penanganan karhutla dan dampaknya terhadap kualitas udara dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, hujan dengan durasi singkat belum menjamin seluruh lahan yang terbakar benar-benar padam. Kawasan gambut yang sebelumnya terbakar masih dapat menyimpan bara di bawah permukaan.
Karena itu, penanganan dan pemantauan titik api tetap diperlukan meski hujan telah turun.(KLIK-RED)