Home Peristiwa Asap Karhutla Kembali Pekat, Sampit Mulai Diselimuti Kabut Asap

Asap Karhutla Kembali Pekat, Sampit Mulai Diselimuti Kabut Asap

  Sugianto   | Sabtu , 19 September 2026
a0e655189a7fa4df14a6e8c54b64fb34.jpg
Kabut asap selimuti Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Sabtu sore (19/9). (Sugianto/Klikkalteng.id)

KLIK.SAMPIT – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (19/9). Kondisi tersebut membuat jarak pandang warga mulai terbatas, terutama pada pagi hari.

Asap terlihat cukup pekat di sejumlah kawasan kota. Kondisi ini membuat warga yang beraktivitas di luar rumah harus lebih berhati-hati, khususnya pengendara yang melintas di jalan dengan jarak pandang terbatas.

Warga Sampit, Irma, mengatakan kabut asap terasa lebih pekat pada pagi hari. Pandangan saat berkendara juga tidak seleluasa ketika kondisi udara normal.

“Memang cukup pekat. Kalau pagi biasanya asap lebih terasa dan pandangan juga terbatas. Kita jadi harus lebih berhati-hati kalau bepergian,” ujar Irma.

Menurutnya, kemunculan kembali kabut asap menambah kekhawatiran warga karena terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Kotim.

“Kalau mengharuskan keluar rumah wajib pakai masker, dan harus lebih hati-hati,” tambahnya.

Irma berharap penanganan karhutla terus dilakukan agar kabut asap tidak semakin pekat dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami berharap asapnya segera berkurang. Jangan sampai semakin parah karena masyarakat juga yang terdampak, terutama yang harus beraktivitas di luar rumah,” ungkapnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat sebanyak 981 kejadian karhutla telah ditangani hingga 18 September 2026.

Dari jumlah tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 1.848,72 hektare.

Ancaman karhutla juga masih terlihat dari banyaknya titik panas yang terdeteksi. Hingga 18 September 2026 pukul 08.16 WIB, BPBD Kotim mencatat 26.335 hotspot di wilayah Kotim.

Tingginya aktivitas titik panas tersebut menunjukkan potensi munculnya asap masih ada. Sebaran asap menuju kawasan permukiman dan perkotaan dapat dipengaruhi arah angin serta kondisi cuaca.

Bagi masyarakat Sampit, kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang. Kondisi tersebut juga membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman dan meningkatkan kewaspadaan pengguna kendaraan.

Masyarakat diimbau tetap memperhatikan perkembangan kondisi kabut asap. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan ketika melintas di kawasan dengan jarak pandang terbatas.

Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak juga dapat mengurangi aktivitas di ruang terbuka ketika kabut asap semakin pekat. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami