Home Peristiwa Berangkat Sekolah di Tengah Kabut Asap, Siswi SMKN 1 Cempaga Hulu Meninggal Kecelakaan

Berangkat Sekolah di Tengah Kabut Asap, Siswi SMKN 1 Cempaga Hulu Meninggal Kecelakaan

  Sugianto   | Minggu , 20 September 2026
934562003047be354e5352720facc34b.jpg
Luna, siswi SMKN 1 Cempaga Hulu yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju sekolah. (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Seorang siswi SMKN 1 Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat hendak berangkat sekolah, Jumat (18/9).

Korban diketahui bernama Luna, siswi kelas X jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Kecelakaan terjadi di kawasan Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, pada Jumat pagi.

Saat kejadian, kawasan Pelantaran dilaporkan diselimuti kabut asap cukup pekat. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di kawasan itu menjadi terbatas.

Warga setempat, Nia, membenarkan kabar kecelakaan yang menimpa Luna. Menurutnya, korban mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju sekolah.

“Benar, dia meninggal karena kecelakaan pas mau berangkat sekolah. Saat itu kabut asap memang tebal,” ujar Nia, Minggu (20/9).

Setelah kecelakaan, Luna sempat mendapat pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Pundu. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kabar duka tersebut juga dibenarkan Sekretaris Kecamatan Cempaga Hulu Ihwan Nudin. Ia mengatakan kecelakaan terjadi pada Jumat pagi ketika korban hendak menuju SMKN 1 Cempaga Hulu di Pelantaran.

“Betul, kejadiannya pagi saat korban mau berangkat sekolah. Waktu itu kondisi kabut asap cukup pekat,” kata Ihwan.

Informasi yang diperoleh menyebutkan kecelakaan tersebut melibatkan korban dengan sebuah mobil. Namun, kronologi lengkap kejadian belum diketahui secara rinci.

Kabut asap sendiri tengah menyelimuti sejumlah wilayah Kotim dalam beberapa hari terakhir akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang beraktivitas pada pagi hari.

Meski kabut asap berada di lokasi saat kecelakaan terjadi, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut menjadi faktor penyebab kecelakaan. Hingga Minggu (20/9), belum ada keterangan resmi kepolisian terkait faktor penyebab maupun kronologi lengkap kejadian.

Satlantas Polres Kotim juga belum memberikan keterangan mengenai kendaraan yang terlibat maupun hasil penanganan kecelakaan tersebut.

Kepergian Luna meninggalkan duka bagi keluarga dan lingkungan sekolah. Perjalanan yang semestinya membawa dirinya menuju sekolah justru berakhir dengan kabar duka.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim. Pengguna jalan diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika jarak pandang terbatas, terutama pada pagi hari saat aktivitas masyarakat dan pelajar mulai meningkat. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami