Home Peristiwa Sudah Dipadamkan Semalaman, Api Karhutla Kembali Muncul di SMPN 8 Sampit

Sudah Dipadamkan Semalaman, Api Karhutla Kembali Muncul di SMPN 8 Sampit

  Sugianto   | Selasa , 22 September 2026
f92ec5703b788e017dce4758ed3c3fc0.jpg
Kerangka atap bangunan SMP Negeri 8 Sampit yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan yang berada di dekat sekolah itu, Selasa ( 22/9) pagi. (Sugianto /Klikkalteng.id).

KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di sekitar SMP Negeri 8 Sampit, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (22/9) pagi.

Padahal, api di sekitar sekolah tersebut telah dipadamkan hingga Senin (21/9) malam. Namun, sejumlah titik api kembali terlihat pada Selasa pagi.
Kondisi itu membuat pihak sekolah kembali meminta bantuan tim penanganan karhutla. Api bahkan sempat membakar bagian plafon salah satu bangunan sekolah.

Kepala SMPN 8 Sampit Irwandy Zuhairin mengatakan, api kembali terlihat sekitar pukul 08.00 WIB dari sisi utara sekolah, tidak jauh dari laboratorium komputer.

Setelah itu, api kembali muncul di sisi selatan dekat bangunan pertama. Tak lama berselang, bagian plafon bangunan kedua di sisi barat sekolah juga terlihat terbakar.

“Setelah pemadaman tadi malam selesai sekitar pukul 22.00 WIB, pagi tadi api kembali menyala dari sisi utara dekat laboratorium komputer. Kemudian di sisi selatan juga muncul api, dan tiba-tiba bagian plafon bangunan kedua ikut terbakar,” ujar Irwandy, Selasa (22/9).

Menurut Irwandy, posisi plafon yang terbakar berada di bagian bangunan yang secara normal sulit dijangkau api dari lahan di sekitar sekolah.

Pihak sekolah menduga bara atau bunga api yang terbawa angin bisa saja mengenai bagian bangunan tersebut. Namun, penyebab pasti plafon terbakar belum diketahui.

“Kalau secara normal api tidak memungkinkan sampai ke bagian pojok luar bangunan. Tetapi mungkin saja ada bunga api yang terbang dan mengenai plafon,” katanya.

Tim penanganan karhutla kemudian kembali dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak menjalar ke area sekolah.

Kondisi karhutla di sekitar sekolah juga membuat aktivitas belajar mengajar tatap muka belum dapat dilakukan.

SMPN 8 Sampit telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari. Pihak sekolah menilai kondisi lingkungan belum memungkinkan siswa kembali mengikuti pembelajaran di kelas.

“Untuk pembelajaran memang PJJ. Sudah dua hari ini kami PJJ. Melihat kondisi sekarang, dua sampai tiga hari ke depan belum memungkinkan untuk tatap muka,” jelas Irwandy.

Pihak sekolah juga memperketat pemantauan di lingkungan sekolah. Sejumlah personel, termasuk penjaga sekolah, ditugaskan berjaga secara bergantian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bara yang kembali menyala setelah pemadaman serta mempercepat penanganan apabila muncul titik api baru.

“Kami menurunkan beberapa anggota sekolah dan penjaga sekolah untuk memantau secara bergantian. Kalau ada sedikit saja api atau bagian yang terbakar lagi, segera kami hubungi tim karhutla,” pungkasnya. (KLIK-RED) 

Baca Juga

Ikuti Kami