Home Peristiwa Misterius! Bekantan Ditemukan Mati di Kawasan Wisata Ujung Pandaran

Misterius! Bekantan Ditemukan Mati di Kawasan Wisata Ujung Pandaran

  Sugianto   | Selasa , 22 September 2026
058ebc9e0ae0b23dcd557eb23cb7a67f.jpg
Seekor bekantan ditemukan mati di sekitar Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Istimewa)

KLIK.SAMPIT – Seekor bekantan ditemukan mati di kawasan wisata Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hingga kini, penyebab kematian satwa dilindungi tersebut belum diketahui.

Informasi kematian bekantan itu diketahui setelah video bangkai satwa beredar di media sosial. BKSDA Pos Sampit kemudian menelusuri informasi tersebut setelah menerima laporan pada Senin (21/9).

Dari penelusuran awal, bekantan ditemukan pada Minggu (20/9) sore oleh Indra, petugas penjaga kawasan wisata dari Dinas Pariwisata Kotim.

Saat ditemukan, kondisi bangkai sudah tidak segar dan mengalami pembusukan.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah mengatakan, bangkai ditemukan dalam kondisi berbelatung dan mengeluarkan bau. Dari dokumentasi yang diterima, tidak terlihat tanda kekerasan yang jelas.

“Dari video yang kami periksa, tidak terlihat luka karena jerat ataupun bekas benda tajam. Kondisinya memang sudah membusuk ketika ditemukan,” kata Muriansyah, Selasa (22/9).

Bangkai bekantan kemudian dikuburkan setelah didokumentasikan. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan langsung terhadap bangkai menjadi terbatas.

Karena itu, BKSDA belum dapat memastikan penyebab kematian bekantan tersebut.

Petugas kemudian mencoba mencocokkan bekantan yang mati dengan individu yang sebelumnya beberapa kali terlihat di kawasan wisata Ujung Pandaran.

Hasil pencocokan menunjukkan keduanya merupakan individu berbeda.

Perbedaan terlihat dari ukuran tubuh dan bentuk hidung. Bekantan yang sebelumnya terekam memiliki tubuh lebih besar dan hidung lebih panjang dibandingkan satwa yang ditemukan mati.

Dengan demikian, bekantan yang mati bukan individu yang sebelumnya menjadi perhatian karena kerap terlihat di sekitar kawasan wisata.

Muriansyah mengatakan, BKSDA belum memiliki dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Faktor alam, penyakit maupun kemungkinan lainnya masih belum dapat dipastikan.

“Untuk penyebab kematiannya masih belum bisa kami pastikan. Penelusuran sejauh ini baru berdasarkan video, dokumentasi, dan keterangan dari petugas yang menemukan,” ujarnya.

Kematian bekantan tersebut menjadi perhatian karena kawasan Ujung Pandaran juga menjadi ruang hidup satwa liar. Kemunculan satwa di sekitar kawasan wisata membuat interaksi antara satwa, pengunjung dan pengelola perlu diperhatikan.

BKSDA mengingatkan petugas dan pengelola kawasan wisata agar tidak memberikan makanan kepada bekantan yang datang.

Pemberian makanan dikhawatirkan dapat mengubah perilaku alami satwa dan membuatnya terbiasa mendekati manusia.

BKSDA juga meminta keberadaan satwa liar di kawasan tersebut terus dipantau. Jika ditemukan satwa dalam kondisi sakit, terluka atau mati, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur konservasi. (KLIK-RED) 

Baca Juga

Ikuti Kami